PT Liga Deadline Klub ISL 12 Januari

Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU- Tim-tim Indonesia Super League (ISL) yang masih menunggak gaji pemain mereka di musim lalu, harus segera menyelesaikannya sebelum akhir pekan ini. Itu bila mereka tidak ingin jatah sebagai kontestan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air itu akan menguap begitu saja. Betapa tidak, PT Liga Indonesia memberikan dedline sampai dengan 12 Januari bagi semua klub untuk melunasi tunggakan mereka tersebut.

Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy mengatakan bahwa, 12 Januari nanti operator kompetisi profesioanl tanah air itu akan menggelar rapat pleno terkait tim mana saja yang siap mengikuti kompetisi musim baru,” Jadi, mereka yang bermasalah harus segera melunasi semua tanggungan mereka sebelum tanggal itu  (12 Januari, Red),” kata Tigor kepada Jawa Pos, kemarin (8/1).

Menurut pria berdarah Batak dan Kupang tersebut, setelah melakukan verifikasi finansial kepada semua kontestan ISL, Rabu (7/1) lalu, PT Liga menyimpulkan bahwa ada lima klub mereka nilai tidak layak untuk berkompetisi di liga profesional tanah air, baik di level ISL, tapi juga tidak memenuhi syarat untuk menjadi peserta di Divisi Utama.
Sayang, Tigor enggan menyebutkan lima tim yang saat ini bermasalah dengan keuangan tersebut. Dengan alasan, PT Liga sudah berkomitmen untuk tidak membongkar identitas dari para klub yang bermasalah dengan gaji pemain dan pelatih di musim lalu itu, “Karena demi citra klub juga, dan kami memahami bahwa mereka sedang berusaha keras untuk mecari sponsor,” ungkap Tigor.

Namun, menurut beberapa sumber di internal PT Liga, ada sejumlah klub yang saat ini sedang memiliki masalah akut terkait keungan. Sebut saja Persiwa Wamena, Persik Kediri, Persela Lamongan, Pelita Bandung Raya, Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta yang masih menunggak gaji mereka dengan nominal yang berbeda beda.


Nah, bila sampai 12 Januari nanti, lima klub yang bermasalah dengan masalah finansial tersebut belum juga melunasi tunggakan mereka, maka hanya ada satu sanksi yang sudah disiapkan oleh PT LIga. Yaitu, tidak diijinkan untuk mengikuti semua kompetisi profesional di tanah air pada musim ini.

Dengan alasan, bila tim-tim tersebut didegradasikan ke Divisi Utama pun, tidak lantas menjadi jaminan tim-tim tersebut akan terbebas dari masalah finansial. Seperti pemnunggakan gaji pemain dan pelatih serta insiden walk over yang pernah dilakukan oleh Persiwa Wamena saat di babak penyisihan Divisi Utama musim lalu.

“Karena ini berkaitan dengan masalah finansial, dan itu adalah salah satu alasan yang tidak bisa di tawar-tawar. Kalau lima klub ini tidak bisa melunasi tunggakan mereka, ya kami tetap akan jalan dengan 15 klub di musim ini,” ujarnya. “Karena, larangan mereka mengikuti ISL tidak lantas memberikan kesempatan bagi klub lain untuk memnggantikan mereka,” timpalnya. (dik)