Kapten Dipta Banyak Catatan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

POJOKSATU- Verifikasi tim dari PT Liga Indonesia untuk ISL 2015 tidak hanya berkutat dengan kendala finansial setiap klub peserta. Namun juga terkait infrastruktur berupa stadion yang menjadi”homeground”tim untuk mengarungi kompetisi padat tahun ini. Setidaknya sudah dua stadion yang telah diverifikasi, antara lain Kapten Dipta, Gianyar (Bali United Pusam FC), dan Stadion Agus Salim (Semen Padang).

Catatan besar muncul dari hasil verifikasi stadion Kapten Dipta, markas Bali United Pusam FC. Sesuai dugaan awal bahwa stadion ini belum memenuhi standard kompetisi ISL. Yang meliputi penerangan, penataan tata ruang dan juga kenyamanan tim tamu-penonton, serta diantaranya termasuk fasilitas”press room.

Verifikasi infrastruktur untuk sementara sudah kami jalankan di dua stadion. Di Kapten Dipta, Gianyar dan Agus Salim, Padang,” jelas Tigor Shalom Boboy, Sekjen PT. Liga Indonesia (LI) di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta kemarin sore (8/1). Tigor menyatakan masih ada 18 stadion lainnya yang masih akan dilakukan verifikasi.

Pekan depan, pada 12 dan 14 Januari nanti, rencananya tim dari PT. LI bakal melakukan verifikasi di empat stadion. Antara lain, Stadion Segiri (Samarinda), Stadion Jalak Harupat (Bandung), Stadion Pendidikan (Wamena), dan Stadion Mattoangin (Makassar). “Empat Stadion lainnya akan kami lakukan verifikasi pada 12 dan 14 Januari nanti,” lanjutnya.


Sementara itu, Yabes Tanuri, CEO Bali United Pusam FC ketika dikonfirmasi”Jawa Pos”kemarin membernarkan bahwa”homeground”timnya mendapat sejumlah catatan penting untuk perbaikan. “Hasil verifikasi kemarin memang sesuai dugaan kami, masih banyak catatan yang harus kami selesaikan,” terangnya.

Klub hasil merger antara klub ISL 2014 lalu, Pusam dan klub klub lokal Bali United memang menginginkan untuk bermain di Bali musim depan. Namun, karena fasilitas stadion di pulau Dewata belum mumpuni membuat Bali United Pusam FC harus mencarikan solusi. “Sebelumnya saya menyebutkan bahwa perbaikan membutuhkan waktu lima pekan, tetapi itu terhitung mulai akhir Desember,” tegasnya.

Untuk itu, Yabes menyatakan bahwa di akhir Januari mendatang, stadion Kapten Dipta sudah bisa dipakai untuk laga ISL. “Untuk lampu, pihak penyedia sudah komitmen untuk menyiapkan kebutuhan stadion yang 800 luks pada 21 Januari nanti sudah siap di Bali,” urai Yabes.

Dalam proses verifikasi kemarin, kami juga mendatangkan interior desainer yang akan mempercantik stadion ini di ISL musim depan,” lanjutnya. Meski demikian, Yabes tetap akan mencari alternatif stadion pendamping Kapten Dipta. Alasannya kalau hingga batas akhir belum segera selesai proses renovasinya, maka timnya juga tetap bisa berlaga.

Yang jelas pilihannya di Jawa, entah itu di Surabaya atau kota lainnya. Yang jelas kami sudah punya usulan dan akan kami tindak lanjuti berikutnya,” tandasnya. (nap)