Hubungan Messi-Enrique Disebut Sudah Rusak

Lionel Messi.
Lionel Messi.
Lionel Messi.

POJOKSATU – Lionel  Messi dan entrenador Luis Enrique ternyata sudah lama tak saling sapa.  Hubungan keduanya makin renggang setelah Barcelona dikalahkan Real Sociedad.

Adegan itu menjadi petunjuk yang sangat jelas; ada hal yang tidak beres dalam tubuh Barcelona. Yakni, ketika full back kiri Jordi Alba mencetak gol bunuh diri pada menit ke-2 dalam laga di Anoeta Stadium melawan tuan rumah Real Sociedad (4/1).

Ketika gol bunuh diri itu terjadi, dua bintang Barca, Lionel Messi dan Neymar justru “berpesta”.

Messi dan Neymar yang terpisahkan tiga bangku saling memandang penuh arti. Sejurus kemudian, dua pemain kelas dunia tersebut tertawa kecil. Kamera televisi dengan jelas menangkap adegan ganjil itu.


Tidak seperti biasanya, Messi menjadi cadangan dalam sebuah laga Liga Primera. Selain superstar Argentina tersebut, pemain reguler lainnya yakni Neymar, Dani Alves, dan Gerard Pique juga tidak mengisi starting line-up. Pada babak kedua, Enrique memasukkan Messi, Neymar, dan Alves. Namun, semuanya sudah terlambat. Barca kalah 0-1.

Kekalahan itu membawa korban. Direktur sepak bola Andoni Zubizarreta dipecat dari posisinya. Kondisi semakin memanas karena Carlos Puyol, seorang ikon klub yang bekerja sebagai asisten Zubizarreta mengundurkan diri.

“Relasi antara Luis Enrique dan Leo Messi sudah rusak. Tidak ada keraguan lagi. Sebuah hari yang sangat buruk,” tulis Sport.es, koran yang berbasis di Catalan, dalam editorialnya.

Sebelum kekalahan di Anoeta, kekecewaan Messi sejatinya sudah terjadi jauh-jauh hari. Bintang 27 tahun itu begitu terpukul karena dua sahabat terdekatnya, Cesc Fabregas dan kiper cadangan Jose Manuel Pinto hengkang dari klub.

Bahkan menurut sumber internal Barca, Messi sempat mempertimbangkan untuk hengkang pada musim panas lalu. Kapten Timnas Argentina itu sudah berkonsultasi dengan Pepe Costa, salah satu staff teknis Barca bahwa dia ingin pindah. Costa mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi.

Hubungan Messi dan Enrique memang tidak pernah harmonis. Salah satu pelecut konfrontasi antara keduanya terjadi saat Barca kalah melawan Celta Vigo dengan skor 0-1 di Camp Nou, 1 November tahun lalu.

Kekalahan pertama dalam sejarah Barca atas Celta di Camp Nou itu membuat Messi muntab kepada pelatihnya. Paska pertandingan, keduanya bertemu di ruang ganti secara sempat mata.

Messi mengeluh bahwa Enrique tidak mampu memaksimalkan pemain Barca. “Messi mengatakan kepada Enrique harusnya Barca bermain seperti gaya Barca. Jangan mencoba-coba gaya dan formasi,” tulis koran Catalan lainnya, El Mundo Deportivo.

Sejak momen tersebut, hubungan Messi dan Enrique makin memanas. Keduanya sudah tidak pernah berbicara. Baik Messi dan Enrique memiliki karakter yang sama-sama kuat, sehingga pemain lain tidak bisa untuk mendamaikan mereka.

Kondisi makin memburuk saat 2 Januari lalu, Messi tidak muncul dalam latihan terbuka yang dipersembahkan khusus untuk fans anak-anak. Program itu menjadi tradisi Barca selama bertahun-tahun. Alasannya Messi mengalami masalah pada perutnya.

“Saya tidak pernah melewatkan sesi tahun ini. Namun saya tidak bisa bisa mengontrol fisik saya. Saya berharap impian setiap anak menjadi nyata. Peluk,” tulis Messi pada akun Facebooknya.

Namun Enrique tidak percaya dengan alasan Messi. Menurut El Mundo Deportivo, pelatih asal Asturias berusia 44 tahun itu ingin mendenda Messi. Kebijakan yang semakin memperkeruh suasana.

Enrique sendiri  kerap bermasalah dengan pemain terbaiknya. Saat melatih AS Roma     musim 2011-2012, Enrique sempat berseteru dengan kapten Francesco Totti. Pemain 38 tahun itu mengakui bahwa Enrique tidak pernah memainkannya di posisi terbaik.

Namun Enrique membantah semua kabar tersebut. “Banyak sekali rumor yang berkembang. Semuanya negatif. Itu semua tidak benar,” ucap Enrique dalam konferensi pers sebelum leg pertama 16 besar Copa del Rey melawan Elche semalam kepada AS.

“Saya tidak akan terpengaruh dengan laporan-laporan yang tidak akurat itu,” imbuhnya.

Tetapi kabar yang berkembang, empat pemain penting Xavi, Messi, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets sedang bertemu untuk membahas situasi yang terjadi. Apalagi Enrique kehilangan respek dari sebagian besar pemain bintang karena mantan pemain Barca dan Real Madrid tersebut jarang berbicara masalah taktik sebelum laga. Enrique juga membatasi pemain dalam aktifitas di luar lapangan, terutama masalah sponsorship.

Isu pemecatan Enrique akhirnya berkembang. Jika Barca mendapatkan hasil jelek melawan Elche dan Atletico Madrid (11/1), besar kemungkinan kontrak Enrique akan diputus. (nur/bas/jpnn)