Torres Pulang ke Atletico, Disambut Hangat Sejak Turun dari Pesawat

Fernando Torres
Fernando Torres
Fernando Torres

POJOKSATU- Fernando Torres boleh saja dicaci maki atas kegagalannya di Chelsea dan AC Milan. Namun, bagi suporter Atletico Madrid, Torres adalah pahlawan. Kepulangannya ke Madrid disambut meriah.

Si anak hilang itu akhirnya kembali. Setelah berkelana selama tujuh setengah tahun ke luar negeri, Fernando Torres pulang ke klub masa kecilnya, Altetico Madrid.

Maret tahun depan, Torres akan berusia 31 tahun. Tetapi, bagi Colchoneros”julukan fans Atletico”Torres masihlah El Nino alias anak kecil yang mereka ingat. Seorang pemain tangguh berambut pirang, tinggi, dan kurus, dengan bintik-bintik merah merona di wajahnya.

Kemarin Torres mendarat di Bandara Adolfo Su”rez Madrid setelah menuntaskan kepindahannya dari AC Milan. Begitu Torres datang, fans yang sudah menunggu larut dalam histeria. Mereka memekik kegirangan dan berebut untuk menyambut tangan Torres. Beberapa fans nekat meminta tanda tangan serta berfoto bersama sang bintang.


Begitu tiba di Ciudad Deportiva de Majadahonda, pusat latihan Atletico, Torres mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari seluruh pemain. Entrenador Diego Simeone yang sempat bermain bersama Torres pada 2003 sampai 2005, memberikan ucapan selamat datang.

Berdasarkan laporan Marca, lebih dari 300 fans berduyun-duyun menyaksikan latihan perdana Torres. Namun, karena kondisinya masih tidak fit, Torres tidak banyak bergerak. Dia berlatih ringan didampingi pelatih fisik Carlos Menendez.

“Kami sangat bersemangat melihat Torres pulang. Dia adalah pemain yang masih bisa menjadi salah seorang striker terbaik di dunia,” ucap Koke, bintang Atletico berusia 22 tahun, kepada Marca.

“Dia bukanlah pemain yang kami datangkan ketika berusia 35 atau 36 tahun. Dia masih 30 tahun dan dia masih berada dalam puncak permainan. Eropa tahu, kalau dia bermain dalam performa terbaiknya, dia tidak terhentikan,” imbuh pemain yang menjadi incaran banyak klub Eropa tersebut.

Torres memang berkali-kali mengatakan bahwa Atletico adalah rumahnya. Tidak ada yang klub yang sehangat Atletico dalam memperlakukannya sebagai pemain dan manusia.

Cita-citanya sejak kecil, ketika kakeknya sering mengajaknya nonton langsung di Vicente Calderon, adalah menjadi pemain Atletico. Bahkan ketika masih bermain di Chelsea, Torres menegaskan bahwa memorinya kepada Atletico tidak akan pernah terkikis.

Torres adalah salah seorang produk akademi Atletico yang sukses. Merangkak di level junior di usia 11 tahun pada 1995, Torres melakukan debut bersama Los Rojiblancos saat berumur 16 tahun.

Selama dua musim Torres menjalani apa yang disebut presiden Atletico waktu itu, Jes”s Gil, sebagai “neraka” Segunda Division. Ketika akhirnya Atletico bisa promosi ke Liga Primera pada musim 2002-2003, Torres langsung diangkat sebagai kapten tim. Usianya saat itu masih 19 tahun

Lima musim berada di Vicente Calderon, Torres gagal mendapatkan trofi walaupun dia bersinar dengan mencetak total 75 gol, menabalkannya sebagai top scorer Atletico sepanjang masa.

Karena kondisi Atletico yang kembang kempis kekurangan uang dan tanpa gelar, Torres akhirnya dengan berat hati pergi ke Inggris pada musim 2007. Pilihan Torres adalah Liverpool. Cerita berlanjut ketika dia pindah ke Chelsea dan lantas ke AC Milan.

“Atletico adalah satu-satunya rumah saya,” kata Torres kepada AS. “Saya sangat bahagia dan bersemangat karena pulang ke rumah. Cinta yang diberikan fans kepada saya jauh lebih besar daripada yang saya berikan kepada klub ini,” imbuh aktor penting kemenangan Spanyol pada Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010 itu.

Torres bisa saja memulai debut saat derby melawan Real Madrid dalam leg pertama Copa Del Rey babak 16 besar di Vicente Calderon (7/1).

“Anda harus bersabar. Kami bekerja keras untuk mengembalikan kondisi fisiknya,” ucap Entrenador Atletico Diego Simeone kepada Marca.

El Cholo”julukan Simeone”berjanji akan mengembalikan performa Torres yang menurun sangat drastis. Sistem permainan yang pas, kata Simeone, akan bisa mengangkat penampilan Torres dan pada akhirnya menguntungkan Atletico. (nur/ca)