Manchester City Kejar Angka Keramat

Manchester City.
Manchester City.
Manchester City.

POJOKSATU – Kompetisi baru separo jalan. Namun, kubu Manchester City percaya diri mampu mempertahankan gelar. Pelatih City Manuel Pellegrini menegaskan, timnya harus mengumpulkan 87 poin untuk mengunci gelar juara di akhir musim nanti.

Hingga pekan ke-17, City mengemas 39 poin dan berada di peringkat kedua klasemen sementara. Vincent Kompany dkk tertinggal tiga angk dari Chelsea yang berada di puncak klasemen.

Saat menjuarai Premier League pada musim 2012 dan 2014, City baru memastikannya di laga hari terakhir. Pada musim 2012, City menutup kompetisi dengan 89 poin. Koleksi poin City sama dengan rival sekotanya, Manchester United. Namun, City unggul selisih gol. Sementara itu, musim lalu The Citizens ” julukan City ” mengunci juara Premier League dengan koleksi 86 poin.

Pellegrini meyakini, “angka keramat” untuk merebut gelar juara musim ini berkisar pada pencapaian musim lalu. “Anda harus mendapatkan 86 atau 87 poin untuk juara. Masih ada 57 poin yang bisa diraih pada putaran kedua,” kata pelatih asal Cile itu seperti dilansir Daily Mail.


Untuk itu, Pellegrini menekankan kepada para pemainnya untuk fokus. Jangan terpengaruh dengan kondisi tim lain. Terlebih, atmosfer persaingan di putaran kedua bakal lebih seru dan menantang. “Anda harus melupakan apa yang kami lakukan musim lalu. Perhatikan apa yang terjadi musim ini sebab setiap musim pasti berbeda,” katanya.

Di sisi lain, gelandang Chelsea Nemanja Matic optimistis musim ini bakal menjadi milik mereka. Meski persaingan dengan City semakin ketat, pemain asal Serbia itu meyakini bahwa The Blues “julukan Chelsea” punya mental juara. Tidak hanya gelar Premier League, Matic juga yakin timnya bakal meraih empat gelar musim ini. Tiga gelar lainnya adalah Liga Champions, Piala FA, dan Capital One Cup alias Piala Liga Inggris.

Pellegrini menanggapi dingin optimisme Matic tersebut. Menurutnya, tidak mudah meraih empat gelar sekaligus dalam satu musim. City sejatinya punya peluang musim lalu. Namun, mereka akhirnya hanya meraih dua gelar: Premier Leagua dan Capital One Cup.

City sebenarnya masih berpeluang merebut empat gelar hingga Maret. Namun, mereka kemudian tersingkir dari arena Liga Champions dan Piala FA hanya dalam jeda empat hari. “Sangat sulit, terutama pada periode Desember dan Januari. Ada dua bulan di mana Anda harus bermain sembilan kali dalam satu bulan, seperti yang kami lakukan tahun lalu,” ungkapnya.

Selain jadwal yang superpadat, City juga harus bersiap kehilangan Yaya Toure. Salah seorang pemain kunci City itu harus membela negaranya, Pantai Gading, di ajang Piala Afrika mulai pekan depan. Toure akan meninggalkan City setelah laga melawan Sheffield Wednesday di ajang Piala FA pekan depan. Mantan gelandang Barcelona itu baru akan balik ke Inggris pada Februari.

Tanpa Toure, lini tengah City terancam timpang. Salah satu solusinya adalah mempertahankan Frank Lampard. Masalahnya, masa peminjaman mantan pemain timnas Inggris itu berakhir bulan ini. Sesuai rencana, Lampard harus membela klub AS New York City. Pellegrini berencana mempertahankan Lampard setidaknya sampai pertengahan Februari atau kalau mungkin hingga akhir musim.

“Yaya akan pergi antara tanggal 5 sampai 10 Januari. Saya tidak tahu pasti. Andai harus mempertahankan pemain terbaik di sini, tapi ada peraturan yang tidak boleh dilanggar,” kata Pellegrini. “Salah satu alasan meminta Frank bertahan adalah karena kami akan kehilangan Yaya,” tuturnya.

Kabar baiknya, New York adalah sister club bagi City. Pemilik kedua klub itu sama. Faktor itu bisa memudahkan upaya City untuk meminta Lampard bertahan lebih lama. (ca/jpnn)