RUPS PT LI Mundur Januari

Persib Bandung juara ISL 2014. foto: dok.jpnn
Persib Bandung juara ISL 2014. foto: dok.jpnn
Persib Bandung juara ISL 2014. foto: dok.jpnn

POJOKSATU – Keinginan klub-klub Indonesia Super League (ISL) 2014 untuk mendapatkan jatah kontribusi komersial lebih cepat sepertinya harus ditahan terlebih dahulu.

Sebab, agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia (PT LI) tidak diselenggarakan dalam bulan Desember ini.

Penyelenggaraan RUPS PT LI itu erat kaitannya dengan pencairan kontribusi komersial untuk musim 2014. Dari 22 kontestan ISL kemarin, belum sepenuhnya menerima uang kontribusi komersial PT LI. Besaran uangnya pun bervariasi antara Rp 1 miliar hingga Rp 1,750 miliar.

Praktis, dengan digesernya jadwal RUPS PT LI ini, maka pencairan kontribusi komersial bakal terancam tergeser juga.


Kepastian bakal berubahnya agenda RUPS PT LI itu diungkapkan oleh CEO PT LI, Joko Driyono. “Kemungkinan dua pekan setelah Kongres atau sebelum kickoff di ISL,” ujarnya.

Artinya, penyelenggaraan RUPS PT LI tersebut berada di sekitaran pekan ketiga bulan Januari. Karena pada pekan pertama bulan Januari, PSSI dan PT LI masih disibukkan dengan agenda Kongres Tahunan PSSI, 4 Januari. Sementara, untuk kick off ISL 2015 sendiri baru digulirkan di 1 Februari.

Namun, khusus untuk pencairan kontribusi komersial kepada klub-klub ISL 2014 itu, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI itu menyatakan bisa saja ada kejutan.

“Sebelum-sebelum itu bisa saja untuk kontribusi komersial tersebut sudah kami berikan. Kejutanlah. Siapa tahu besok atau pada pekan ini juga,” janjinya.

Belum adanya kejelasan kapan kontribusi komersial dicairkan itulah yang membuat gerah klub-klub ISL 2014. Terutama klub yang sampai menunggak gaji pemainnya gara-gara keterlambatan anggaran tersebut. Salah satunya semifinalis ISL 2014, Pelita Bandung Raya (PBR) yang sudah menunggak satu bulan gaji.

Melalui manajernya, Rawindra Ditya, PBR meminta PSSI dalam hal ini PT LI segera melakukan pencairan kontribusi komersial. Langkah itu sebagai tindak lanjut agar tunggakan gaji ke pemain bisa segera dibayarkan.

“Mereka (PSSI dan PT LI) berbicara mau keras ke klub seperti itu, harusnya mereka juga mengimbanginya dengan mengeluarkan dana (kontribusi komersial, Red) yang tertunda itu,” kecamnya.

Windra – sapaan akrabnya – menganggap jika sisa kontribusi komersial bagi klubnya diberikan, maka semua tunggakan sudah bisa diselesaikan.

“Tunggakan kami hanya sebulan. Itu pun tidak semua pemain yang menunggak, hanya beberapa saja. Karena sampai sekarang belum ada kejelasan, lantas kapan kami bisa menyelesaikan ini?” keluhnya. (ren/ko)