PSSI Gerah Disindir tak Bekerja

150653_777099_logo_pssi_jpnn

POJOKSATU – Ketua Bidang Organisasi Persatuan Sepaknola Seluruh Indonesia, Hadiyandra, tersindir dengan tajuk workshop “Sudah Kerja Apa Saja PSSI?”.

Ketua Taskforce Reformasi Asosiasi PSSI Provinsi ini membantah jika saat ini PSSI tidak melakukan apa-apa untuk sepak bola Indonesia.

Berbicara dalam workshop, Hadiyandra mengaku sudah berbuat banyak untuk PSSI. Namun, kendalanya selama ini PSSI memang tidak terlalu terekspose oleh media maupun masyarakat.


“Saya sedikit tersindir dengan tema hari ini. Sebetulnya kami sudah melakukan banyak untuk kemajuan sepak bola. Bahkan saya sendiri sampai mengorbankan kuliah karena terlalu sibuk di PSSI,” kata Hadiyandra di acara Workshop dan Diskusi PSSI dengan tema “Sudah Kerja Apa Saja PSSI?”, di ruang Konferensi Pers Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin siang, 15 Desember 2014.

Selanjutnya, Hadiyandra pun menjabarkan secara detail Kinerja PSSI. Menurutnya, PSSI tak hanya sibuk mengurus kompetisi domestik, namun juga memperhatikan pembinaan usia dini, salah satunya dengan kembali digulirkannya Piala Soeratin yang sempat lama vakum.

Pada sesi kedua diskusi kali ini membahas tentang reformasi organisasi PSSI, menatap Kongres Biasa dan KLB 2015, dan isu PSSI mengenai badan publik atau bukan. Selain hadiyandra, wartawan olahraga senior Sumohadi Marsis, dan Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono tampil sebagai nara sumber.

Sedangkan, Sumohadi Marsis angkat bicara terkait kinerja PSSI yang digunjingkan publik belakangan ini. Menurutnya, sejauh ini PSSI sudah melakukan tugasnya dengan baik, namun memang belum berhasil dengan sempurna. “Apakah PSSI di bawah Ketua Umum Djohar Arifin Husin telah melaksanakan semua tugas dan fungsinya dengan baik? Pasti sudah,” jawab Sumohadi tegas.

“Tapi, dengan melihat hasil semua generasi timnas PSSI (U-19, U-23, dan Senior) kita masih harus sangat prihatin. Apalagi jika melihat kompetisi Liga Super dan Divisi Utama,” lanjutnya. Sumohadi menambahkan, kendala PSSI saat ini hanya belum berkesempatan secara maksimal untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Masalah waktu, tatanan geografis Indonesia, serta antusiasme masyarakat yang begitu besar dinilainya sebagai tantangan yang paling rumit. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini Sumohadi juga mengusulkan agar PSSI mesti rela membagi kekuasaannya menjadi empat bagian di seluruh Indonesia.

“PSSI terlalu kecil untuk mengurusi sepak bola nusantara. Rencananya akan dibuat empat Komda (Komisariat Daerah) di tiap wilayah, yang fungsinya membantu PSSI menggelar kejuaraan nasional amatir di zona masing-masing,” papar wartawan yang telah puluhan tahun bergerak di bidang olahraga Indonesia tersebut.

Sementara itu, Joko Driyono, enggan berkomentar banyak soal rencana Pembentukan Tim Sembilan. Tim ini adalah sebuah tim khusus yang akan dibentuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengawasi kinerja PSSI. Latar belakang pembentukan tim tersebut adalah karena keresahan masyarakat atas dunia sepakbola di tanah air yang terus bermasalah.

“Saya tidak berada dalam kapasitas mengomentari hal itu,” ujar Joko saat ditanya mengenai wacana pembentukan Tim Sembilan. “Saya belum bisa berandai-andai karena itu masih wacana media. Bagaimanapun, kami tetap terbuka atas segala inisiatif,” imbuhnya.(jpnn)