Europa League, Panggung Balas Dendam Italia

wpid-213617_967988_juventus_fans_dl.jpg

POJOKSATU – Prestasi klub-klub Italia di ajang Liga Champions tak lagi bisa diharapkan. Babak 16 besar kini hanya menyisakan Juventus setelah AS Roma keok 0-2 dari Manchester City (11/12).

Namun, negeri piza itu boleh berbangga karena tiga klubnya masuk sebagai klub unggulan fase knockout Europa League.

Mereka adalah Inter Milan, Napoli, dan Fiorentina. Klub-klub unggulan dipilih dari para pemuncak klasemen grup. Total, ada 16 klub unggulan.


12 di antaranya merupakan pemuncak fase grup Europa League sedangkan empat lainnya adalah peringkat ketiga terbaik Liga Champions.

Tiga klub tersebut adalah jumlah terbanyak dari satu negara yang lolos ke fase knockout sebagai unggulan. Bandingkan dengan Inggris yang hanya menempatkan satu wakilnya sebagai unggulan, Everton.

Dua wakil mereka lainnya harus rela menjadi non favorit. Yakni, Tottenham Hotspur dan Liverpool yang masuk lewat jalur fase grup Liga Champions. Untuk non unggulan, Italia masih punya satu wakil, Torino.

Lolosnya tiga klub Italia sebagai unggulan tak lepas dari performa dominan mereka di grup masing-masing. Inter Milan finis sebagai penguasa grup F dengan total poin 12 angka, atau berselisih lima poin dari runner-up Dnipro Dnipropetrovsk (Ukraina). Sepanjang enam laga, klub yang kini diasuh Roberto Mancini itu tak pernah sekalipun kalah.

Dominasi yang sama juga ditunjukkan Fiorentina. Pasukan Vincenzo Montella mengoleksi 13 poin atau berselisih tiga angka dari runner-up Guingamp. Bedanya, La Viola tersentuh satu kekalahan dari Dinamo Minsk (Belarusia) 1-2.

Situasi berbeda dialami Napoli. Meski masuk unggulan, jalan mereka menjadi penguasa grup I mendapat perlawanan ketat dari BSC Young Boys (Swiss) yang menguntit di belakang mereka dengan satu angka. Napoli memimpin grup setelah mengalahkan Slovan Bratislava 3-0.

“Ini adalah laga wajib menang bagi kami. Tim sebenarnya bisa melakukan lebih. Kami puas, tapi seharusnya kami masih bisa menambah lebih banyak gol,” kata allenatore Napoli Rafael Benitez seperti dikutip Football Italia.

Ajang Europa League bisa menjadi fokus Benitez musim ini. Sebab, performa Napoli di perebutan gelar Serie A tampaknya terlalu sulit. Posisi Benitez pun terancam seiring performa Marek Hamsik dkk yang yoyo.

Selain itu, pelatih berpaspor Spanyol itu lebih berpengalaman di kompetisi kasta kedua Eropa itu setelah memenanginya bersama Chelsea di musim 2012-2013.

“Persoalan di tim tidak bisa selesai hanya karena satu pelatih. Meski punya pengalaman, apa yang dilakukan di lapangan lebih penting. Pelatih yang pernah memenanginya bukan suatu keuntunga,” elaknya.

Drawing penentuan calon lawan bakal ditentukan Senin (15/12) mendatang waktu setempat. Tim unggulan bakal diundi melawan tim-tim non unggulan. Namun, tim satu negara atau satu grup tak bisa bertemu.

Begitu juga tim-tim dari Rusia dan Ukraina. UEFA memutuskan melarang pertemuan kedua klub karena tensi memanas dari kedua negara. Pertandingan perdana bakal dimulai 27 Februari tahun depan. (aga)