Do or Die..!

Steven Gerrard
Steven Gerrard
Steven Gerrard

POJOKSATU – Guna menemani Real Madrid lolos ke fase knockout (KO), FC Basel cuma butuh tambahan hasil imbang dari duel kontra Liverpool pada matchday VI Grup B di Stadion Anfield, Rabu (10/12) dinihari WIB. Lalu apa yang akan dilakukan tuan rumah untuk mengatasi tekanan must win game sekaligus merebut tiket terakhir itu dari Basel?

Ya, fase grup Liga Champions musim ini telah memasuki hari pertandingan pamungkas. Pada matchday V, jumlah klub yang telah memastikan tempat di babak 16 besar bertambah jadi sembilan tim. So, hanya tersisa lima tiket lagi ke fase KO. Nah, dari persaingan Grup B, Liverpool serta Basel akan saling bunuh di Stadion Anfield guna menemani Real Madrid yang sudah mengunci posisi teratas.

Tekanan tinggi pastinya dirasakan oleh The Reds -julukan Liverpool. Dengan saat ini berada di urutan tiga klasemen Grup B dengan 4 poin. Tidak ada pilihan bagi mereka selain memenangkan pertarungan matchday pamungkas. Sedang beban Die RotBlau -julukan Basel- yang sekarang nangkring di posisi kedua (6 poin), cukup menahan imbang tuan rumah, meski butuh kerja keras mencuri poin di sana.

Menarik dalam laga must win game atau boleh dibilang do or die (hidup-mati) kali ini, sudah barang tentu apa yang bakal ditampilkan Liverpool. Mampukah mereka mengatasi perlawanan Basel? Jawabannya tentu iya bagi para Liverpudlian. Hanya saja, ada sejumlah masalah yang mesti dirapikan oleh pasukan besutan Brendan Rodgers itu terlebih dulu.


Tingginya beban yang dialamatkan kepada Si Merah sudah terlihat akhir pekan lalu. Yakni ketika mereka kesulitan menampilkan permainan terbaik di Anfield kala ditahan Sunderland 0-0 pada lanjutan English Premier League (EPL). Meski pada empat laga belakangan di berbagai kompetisi tak pernah kalah, Raheem Sterling dkk masih kurang jos baik di lini pertahanan maupun sektor serang.

Keangkeran Stadion Anfield pun mulai merosot musim ini. Liverpool tidak invincibles di markasnya. Mereka juga tak pernah mencetak lebih dari dua gol di sana. Bahkan ada empat laga home diantaranya, Steven Gerrard dan kolega gagal mencetak gol di hadapan publik sendiri. Cuma tiga kali gawang mereka clean sheets. Ini jelas berbahaya, karena Basel belum pernah kalah di stadion kebanggaan tuan rumah.

Namun kalau bicara harus memenangkan duel kontra Basel. Sudah barang tentu Liverpool mesti kembali agresif menjebol gawang lawan. Dan lini depan akan jadi sorotan utama di laga ini. Brendan Rodgers juga menganggap bentrok kali ini akan mempengaruhi performa Liverpool pada bulan Desember, dimana EPL akan menjalani jadwal paling sibuk.

Dengan saat ini mereka masih tertahan di urutan sembilan klasemen sementara. Kemenangan atas Basel sekaligus tiket ke fase KO akan jadi suntikan moril berharga menghadapi laga-laga krusial berikutnya. Itu karena Minggu (14/12), mereka sudah ditunggu Manchester United. Tiga hari berselang, Liverpool menyambangi markas Bournemouth pada perempat-final Piala Liga Inggris. Empat hari berikutnya giliran Arsenal yang datang ke Anfield.

Sayangnya, di laga ini, duo bomber, Daniel Sturridge-Mario Balotelli dipastikan absen. Sedang Mamadou Sakho, Suso, serta Jon Flanagan belum pulih dari cedera. Sementara Basel arahan Paulo Sousa bakal habis-habisan dan tampil lepas. Mereka rada diuntungkan, karena laga ini akan jadi pertandingan terakhir yang mereka jalani sebelum libur musim dingin (Swiss Superleague baru main lagi Februari 2015). Hanya Ivan Ivanov serta Giovanni Sio saja yang diprediksi tak bisa dipakai tenaganya di Anfield.

”Saya sudah tidak sabar. Tujuan kami memastikan lolos ke fase KO dan kami yakin bisa. Kami  hanya butuh satu gol (tanpa kebobolan), sudah cukup. Baru setelah itu kami menghadapi laga besar lawan MU, Bournemouth dan Arsenal. Jika mengalahkan Basel, semangat dari Liga Champions akan bertahan beberapa bulan. Kami harus tetap tenang dan tetap sulit dikalahkan. Semoga kami dapat sedikit keberuntungan di sepertiga akhir laga untuk mencetak gol,” koar Rodgers di Liverpool Echo.(sbn)