Sisa Gaji Tak Jelas, Pemain Terkatung-katung

TERUSIR: Para pemain Persipasi saat latihan di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdana Kusuma
TERUSIR: Para pemain Persipasi saat latihan di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdana Kusuma
TERUSIR: Para pemain Persipasi saat latihan di Lapangan Sutasoma 77, Halim Perdana Kusuma

POJOKSATU – Di tengah klub-klub sepakbola kontestan Liga Nusantara, Divisi Utama maupun ISL sedang sibuk menyiapkan untuk kompetisi 2015-2016. Eks punggawa Laskar Patriot justru masih dibebani dengan tunggakan gaji mereka yang hampir tersisa 10 bulan.

Hal itu, pasca-pembaharuan kontrak yang dilakukan manajemen di bawah pimpinan Engkus Prihatin, yang menggantikan Muhammad Kartono Yulianto yang juga masih menunggak gaji pemain di musim 2013 lalu.

’’Kita saat ini sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita. Karena saya memang murni mengandalkan sepakbola menafkahi keluarga. Sementara hak kita belum juga dipenuhi manajemen,” ujar penjaga gawang lapis kedua Persipasi, Dindin Syarifudin saat dikonfirmasi Radar Bekasi, kemarin.

Sebelumnya, manajemen menjanjikan pembayaran gaji akan dibayar selama 12 bulan. Dan hingga selesai kompetisi Divisi Utama selesai dan Persipasi terdegradasi, pemain hanya menerima pembayaran dua bulan gaji.


Bahkan, beberapa pelatih justru belum terpenuhi haknya baik gaji dua bulan maupun kontrak 20 persen yang seharusnya diselesaikan sebelum selesai kompetisi.

’’Saat menemui pak Engkus, kita disarankan untuk menemui pak Yulianto. Jadi tidak ada yang mau bertanggung jawab dan tidak ada solusi soal gaji kita,” ujar Gelandang Persipasi, Nova Zaenal bersama perwakilan pemain kala itu.

Beberapa pemain juga menyayangkan hak mereka yang terkatung-katung hingga saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga beberapa pemain harus berlaga dari Pertandingan Antar Kampung (Tarkam).

Para eks punggawa Laskar Patriot pun kesulitan memburu klub baru lantaran tim yang dibelanya turun kasta. Hal itu, jelas turut mempengaruhi kualitas mereka di mata klub lain. Padahal justru faktor nonteknis dan tidak sehatnya klub dari segi finansial yang seharusnya menjadi sorotan mengapa Persipasi terdegradasi.(one)