Indonesia v Singapura; Beda Materi, Satu Instruksi

suporter Timnas Indonesia meramaikan Stadion Gelora Bung Karno
suporter Timnas Indonesia meramaikan Stadion Gelora Bung Karno
suporter Timnas Indonesia meramaikan Stadion Gelora Bung Karno

pojoksatu.id – Ujian kedua untuk Timnas U-16 diberikan oleh tim Singapura U-16. Dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) nanti sore, performa lebih baik dijanjikan oleh skuad Garuda Muda.

Tidak dengan mengubah formasi dan pola permainan, tapi Pelatih Fachry Husainy memilih untuk melakukan perubahan skuad. Pemain yang sebelumnya menang 3-2 atas Vietnam, Rabu (3/12) lalu, akan diistirahatkan dan digantikan dengan pemain yang sebelumnya belum tampil.

“Saya pastikan ada perubahan besar. Pemain yang turun kemarin (lawan Vietnam), akan kami gantikan dengan pemain yang baru,” katanya saat ditemui usai memimpin latihan di SUGBK, kemarin (4/12).

Perubahan itu sengaja dilakukan oleh Fachry sebagai bentuk pemerataan kesempatan untuk setiap pemain mendapatkan jam terbang. Sebab, dari pemain yang ada saat ini, tidak mungkin dia hanya memainkan satu tim.


“Sekarang ada 31 pemain yang fit. Tidak mungkin dimainkan semua, tapi kami harus beri kesempatan semua. Karena itu ada rotasi nanti. Materinya beda, tapi instruksinya tetap,” tutur pelatih asal Bontang, Kalimantan Timur tersebut.

Meski demikian, fokus permainan Fachry di laga kontra Singapura ini tidak berbeda jauh dengan laga sebelumnya. Selain mengasah mentalitas dan pengalaman pemain, dia berharap kerja sama antar pemain semakin baik.

Tentu saja, dia berharap ada perbaikan dibanding laga sebelumnya meskipun tim yang tampil berbeda. Perbaikan itu dalam meminimalisir kesalahan mendasar di lini belakang, sehingga tidak menguntungkan lawan.

“Pemain ini masih anak-anak, tapi saya ingatkan terus dan dorong agar tidak mengulang kesalahan mendasar seperti tim sebelumnya. Saya yakin itu akan tercapai,” paparnya.

Pelatih berkumis itu menilai, secara kekuatan Vietnam dan Singapura tidak jauh berbeda. Hanya, secara kematangan tim, Singapura yang memiliki akademi usia dini dan program pembinaan jangka panjang, disebut lebih baik. Selain itu, secara postur skuad negeri Singa terlihat lebih bagus.

“Tapi anak-anak sudah menunjukkan perkembangan yang bagus, setelah saya lihat di pertandingan lawan Vietnam. Level permainan meningkat, tim yang berbeda ini kemungkinan juga begitu,” cetus pelatih 47 tahun tersebut.

Sementara itu, jumpa pers sebelum pertandingan dalam laga ini ditiadakan oleh pihak panpel. Alasannya, pertandingan hanya berstatus training match, bukan international friendly match.

“Karena itu tim tamu tidak harus jumpa pers,” kata Julia, Media Officer laga. (aam)