POJOKSATU.ID - Zulfa Muzayyanatul Millah, perawat asal Bogor yang menjadi satu-satunya relawan medis perempuan yang diberangkatkan ke Sumatera Utara.

Disana ia membantu penanganan korban banjir di Tapanuli Selatan.

Keberangkatannya bukan hasil perencanaan panjang, melainkan keputusan cepat yang penuh keberanian.

Baca Juga: Kades Anggadita Karawang Siapkan Rumah Pribadinya untuk Janda Terdampak Relokasi

Menurut keluarga, Zulfa awalnya mengetahui kebutuhan relawan dari cerita sang tante yang menyebut bahwa tenaga perawat sangat dibutuhkan di lokasi bencana.

Tanpa banyak pertimbangan, ia langsung mendaftar pada detik-detik terakhir sebelum pendaftaran ditutup.

Keputusan impulsif itu justru menjadi langkah besar yang membawanya ke garis depan misi kemanusiaan.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 74 Ribu Tiket untuk Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Zulfa bergabung bersama rombongan Gerakan Anak Negeri untuk Kemanusiaan dan tim Pemkab Bogor.

Mereka diberangkatkan dengan dukungan penuh dari Dinkes, Kremke, serta sejumlah rumah sakit di Bogor yang mengirimkan obat-obatan, logistik kesehatan, dan tenaga medis.

Tim ini dilengkapi perlengkapan standar tanggap darurat serta dukungan koordinasi dari fasilitas kesehatan daerah.

Baca Juga: Bencana Memaksa Warga Bertahan, Demi 10 Kg Beras, Seorang Bapak Tak Gentar Mengantre Berjam jam

Setiba di Tapanuli Selatan, kondisi banjir memang mulai surut, namun situasi pengungsian masih jauh dari ideal.

Banyak warga, terutama lansia, anak-anak, serta ibu-ibu mengalami kelelahan, luka ringan, hingga gangguan kesehatan akibat lingkungan yang belum stabil.

Zulfa turun langsung memeriksa kondisi kesehatan warga, memberikan edukasi kebersihan, membantu distribusi obat-obatan.

Hingga memastikan kelompok rentan mendapat perhatian yang layak.

Meski ini adalah misi kemanusiaan pertamanya, Zulfa menunjukkan ketenangan dan ketegasan seorang tenaga medis yang siap berjibaku di lapangan.

Baca Juga: Mirwan MS: Rekam Jejak, Profil, dan Kontroversi Umrah Saat Aceh Selatan Dilanda Banjir

“Pertama kali turun ke lokasi bencana dan priceless banget. Ketemu warga, dengar cerita mereka,” ungkap Zulfa dilansir dari @kutaudayawangsa, Jum’at, 5 Desember 2025.

Sikapnya yang lembut namun kuat membuatnya cepat diterima warga dan tim di lapangan.

Para relawan menyebut Zulfa sebagai sosok yang tak hanya membantu secara medis, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi para penyintas.

Baca Juga: Cek Jadwal Testing Beasiswa AstraTech 2026, Kuliah Gratis 100 Persen di Politeknik Astra, Link di Sini!

Pemkab Bogor menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi para relawan, termasuk Zulfa, yang memilih meninggalkan kenyamanan demi membantu warga di daerah terdampak.

Pemerintah daerah juga meminta doa masyarakat agar seluruh relawan diberikan keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka.

Misi ini menjadi bukti bahwa keberanian tidak selalu datang dari rencana besar. Terkadang, ia lahir dari keputusan kecil yang dilakukan dengan niat tulus.***