POJOKSATU.id - Disambut rintik gerimis, lokasi syuting film 'Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan' (CCBMR) di hari pertama yang awalnya direncanakan di Lapangan Kresna, dipindahkan ke Cafe Chitalasa.

Film pendek rasa layar lebar yang akan menjadi kado bagi Hari Jadi Kota Bogor ini memang mengagendakan syukting pada 25-26 Mei 2024 lalu.

"Kami melakukan adaptasi demi efisiensi waktu. Alhamdulillah berjalan dengan baik didukung dengan pemeran dan tim di balik layar yang supportif dan adaptif," ungkap Asisten Sutradara, Bella Aulia.

Di lokasi itu, tim produksi CCBMR berhasil menyelesaikan 13 scene dengan perkiraan 90 shot.

Para pemain Chelsea Angelina (Bulan), Restu Vibriano Putra (Dodon), M. Wildan Algifari (Ojan), Nurfauzia Maulida (Vivi), Nadya Miftachul Firdausy (Desi), Dimas Nurachman Satrio (Dean), Randi Kristian (Ali), dan Ana Ismawati (Ibu Bulan) dengan segera mampu mengadaptasi setiap adegan demi adegan, meski terjadi perubahan lokasi syuting. 

Baca Juga: Jadi Peran Utama di Film Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan (CCBMR), Bogor Munculkan Artis Berbakat Ini, Prestasinya Bikin Kagum

Salah satu pemain, Ana Ismawati yang juga Sekretaris Disparbud Kota Bogor kembali menyampaikan komitmennya untuk mengangkat berbagai nilai yang ada di Kota Bogor, termasuk memilih rumah dinas Walikota Bogor sebagai salah satu rumah berciri arsitektur indis yang dimiliki oleh Kota Bogor.

Menurut Ana, area di sekitar kawasan Sempur dan jalan Pajajaran memiliki ciri bangunan bergaya tropis lokal yang mengandung unsur art deco.

"Rumah dinas Walikota Bogor ini menjadi salah satu ciri bangunan khas yang masih dipertahankan di tengah kota. Secara filosofis artinya, Kota Bogor memiliki niat baik untuk merawat berbagai peninggalan model dan corak arsitektur yang sangat bernilai," ungkapnya.

Tak hanya itu, Ana menekankan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi kreatif, terutama sub sektor film di Kota Bogor yang memiliki potensi besar namun belum optimal dikembangkan.

"Prinsipnya, projek ini mengedepankan kolaborasi dan sinergitas pentahelix yang terus menerus antara komunitas/masyarakat, dunia usaha, pemerintah, akademisi dan media," ujar Ana saat dihubungi pojoksatu.id, Rabu (29/5/2024).

Bagi Ana, pengalamannya terjun langsung dalam produksi ini juga menjadi pengalamannya tersendiri.

Baca Juga: Demi Hidupkan Sub Sektor Film, Pejabat Pemkot Ana Ismawati Berakting di Film Pendek CCBMR, Mengaku Sulit Adaptasi Karakter

"Itu menjadi kunci dan tidak mudah, secara umum bahwa di dalam prosesnya berbicara tentang komitmen, kerja tim dan disiplin seluruh kru pendukung film. Dukungan dari orang tua talent yang rata-rata adalah anak remaja juga menjadi bagian penting dalam produksi ini," jelasnya.

Ana menambahkan, karya seni film pendek ini juga sebagai pemantik semangat bagi para komunitas, kreator film dan penggiat sineas di Kota Bogor untuk terus berkarya.

Baca Juga: Pelajar Kota Bogor Berkarya, Terlibat Projek Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan, Film Pendek Rasa Layar Lebar, Ada Kejutan Peran dari ASN

Film karya sutradara Bani Marhaen dari Komunitas Film Bogor ini dipandang sebagai sebuah media yang cukup baik mempromosikan Kota Bogor dengan berbagai keunikan dan kehidupan masyarakat yang beragam.

Dibungkus dengan sebuah cerita sederhana, produser film Rizky Rifsadin dari RAMUGAD menyebut tahap scouting yang dilakukan sejak 17 Mei 2024 lalu, sengaja memutuskan beberapa titik lokasi syuting yang berbeda.

Selain rumah dinas Walikota Bogor, berbagai lokasi lain yang dipiih yaitu Lapangan Kresna sebagai fasilitas taman dan olahraga masyarakat, juga kafe Chitalasa dan beberapa tempat lainnya.

"Scouting yang kami lakukan tidak hanya mempertimbangkan angle kamera dan setting yang sesuai dengan cerita, tetapi ingin memperlihatkan wajah Kota Bogor," tutur Rizky.

Lelaki yang akrab dipanggil Om Kiki itu berharap produksi film CCBMR ini menjadi hadiah di Hari Jadi Bogor. Meski begitu ia belum bisa memperkirakan waktu lauching film pendek CCBMR ini.

Baca Juga: Bocoran NOBAR Film Pendek Festival Pendidikan Jawa Barat 2024, Ceritanya Keren Aktingnya Juara, Begini Proses Pembuatan Film KOLASEU

"Pengennya tanggal 22 atau 29 Juni sudah fixed, tidak ada kendala, banyak dukungan dan mendapat support dari berbagai pihak. Biar film ini jadi kado buat Bogor di hari jadinya," harap Kiki.

Film 'Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan' akan berkisah tentang seorang anak SMA yang mengagumi kakak kelasnya.

Di balik perasaannya, dia tidak berani untuk mengungkapkan perasaan itu. Lalu ia pun menuangkan segala rasanya dalam sebuah lagu dan puisi yang membuat dunianya menjadi berbeda.

Suasana romantis Kota Bogor, akan menjadi bagian dari cerita menarik film ini. Sabar menunggu ya. ***