POJOKSATU.ID – Penumpang TransJabodetabek P11 rute Bogor–Blok M mendesak Pemkab Bogor untuk membangun halte resmi di kawasan Pintu Tol Citeureup.
Tanpa adanya fasilitas tersebut, komuter terpaksa menunggu bus di bahu jalan, tepat setelah gerbang tol.
Kondisi yang dinilai rawan, tidak nyaman, dan jauh dari standar pelayanan transportasi publik.
Baca Juga: Bantuan Cepat Kemendikdasmen Pemulihan Pendidikan Pasca Bencana Banjir Bandang Agam
Rute P11 yang merupakan program kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat ini telah menjadi andalan ribuan komuter sejak pertengahan 2025.
Namun ironisnya, fasilitas dasar berupa halte di titik perpindahan penting seperti Citeureup belum tersedia.
Affifah, penumpang yang setiap hari menggunakan layanan ini, mengaku harus menunggu bus sambil berdiri di pinggir jalan, terkadang terpaksa duduk di trotoar.
Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Lebih dari Rp11,1 Triliun TPG untuk 1,1 Juta Guru ASN Daerah
“Tiap hari nunggu bus di sini. Perlu banget ada halte, apalagi kalau tiba-tiba hujan atau panas. Jadi nggak ada tempat berteduh,” keluhnya, dilansir dari Radar Bogor, Selasa, 9 Desember 2025.
Ia menyebut antrean sering mengular sejak pukul 07.00–08.00 WIB hingga menjelang siang.
Penumpang harus menunggu dalam kondisi terbuka, tanpa perlindungan, sehingga rentan terhadap kecelakaan maupun cuaca ekstrem.
Baca Juga: Sudah Terima Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN Daerah Triwulan IV-2025 Tahap 1?
Ketiadaan halte ini memunculkan pertanyaan mengenai komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung fasilitas dasar transportasi lintas provinsi.
Padahal, pembangunan halte dinilai krusial untuk menunjang layanan yang telah disiapkan oleh Pemprov DKI dan Pemprov Jabar.
Warga berharap Pemkab Bogor segera mengambil langkah konkret.
Selain meningkatkan kenyamanan, keberadaan halte dianggap sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan publik.
Desakan masyarakat semakin menguat karena persoalan ini tidak lagi sekadar terkait fasilitas.
Tetapi juga menyangkut keamanan dan keselamatan komuter yang setiap hari bergantung pada layanan TransJabodetabek P11.***

