POJOKSATU.ID- Dalam rangka menyambut hari lahir (Harlah) ke-64 Sekretaris Jendral (Sekjend) PMII Kota Bogor Nurholis Majid menyeru kepada seluruh kader untuk ramaikan media sosial dengan ucapan selamat dan doa doa.
Menurut Sekjen PMII Kota Bogor, Seruan Itu dilakukan agar di Harlah yang ke 64 ini, PMII mendapatkan banyak doa, sehingga dapat senantiasa menjadi organisasi yang terus memberikan nilai positif bagi masyrakat.
Seruan untuk meramaikan media sosial dengan ucapan selamat juga dimaksudkan agar Harlah PMII yang ke 64 ini, dapat semarak melalui media media online dan sebagai bentuk apresiasi atas peran PMII dalam pembangunan bangsa.
Baca Juga: Prediksi Skor Bayern Munich vs Arsenal, Leg II Perempat Final UCL: Pelampiasan The Bavarian
Sekjend PMII Kota Bogor, Nurholis Majid menjelaskan "Mari kita bersama-sama meramaikan momen ini di media sosial melalui kata-kata ucapan selamat dan doa-doa yang penuh semangat"
"Kita bisa menyampaikan apresiasi atas peran PMII dalam pembangunan bangsa dan memotivasi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam perjuangan yang lebih besar". Jelas Majid.
Diketahui PMII merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 17 April 1960 di Surabaya, sehingga bagi anak PMII April dikenal sebagai bulan pergerakan.
Majid juga menjelaskan, meski sudah 64 tahun PMII berdiri, organisasi ini selalu konsisten untuk menyampaikan serta mengaplikasikan nilai nilai tentang ahlu sunnah wal jamaah.
Baca Juga: Info Loker Perempuan di Jakarta! Punya Passion di Bidang Kecantikan, Yuk Apply!
Menurut majid, nilai nilai tentang ahlu sunnah wal jamaah hingga saat ini masih sangat relevan untuk digaungkan, karena aswaja lebih bersifat adaftif dalam menyikapi kasus kasus sosial yang terjadi, apalagi, isu tentang keagamaan dan perbedaan budaya.
Adapun pada Harlah Ke 64 ini, PMII mengusung tema “Untukmu Satu Tanah Airku, Untukmu Satu Keyakinanku”.
Sekejend PMII Kota Bogor itu berharap, dimomentum Harlah yang ke 64 tahun ini, seluruh kader dan anggota dapat senantiasa terus menanamkan nilai nilai Aswaja dalam setiap gerakan terkhusus di Kota hujan ini.
Hal itu dimaksudkan agar Kota Bogor dapat senantiasa menjadi wiayah yang terus sejahtera dan mampu untuk menepis sikap sikap intoleran yang ada dilingkungan masyrakat. Muhamad Rifki Fauzan ***
