POJOKSATU.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memastikan hak pendidikan anak terus diwujudkan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto meluncurkan program bantuan perlengkapan sekolah bagi ribuan siswa Sekolah Dasar (SD).

Hal itu dilakukan ebagai bagian dari penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan.

 Baca Juga: Gus Yahya dan Rais Aam PBNU Saling Berpelukan di Pesantren Lirboyo, Sepakat Gelar Muktamar Bersama

Program ini disalurkan melalui Disdik Kabupaten Bogor dan diprioritaskan bagi peserta didik SD Negeri yang berasal dari keluarga kurang mampu atau masuk kategori afirmasi.

Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong semangat belajar sekaligus mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan bersifat langsung guna dan dapat segera dimanfaatkan oleh siswa.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Buka Kembali TPA Cipeucang, Utamakan Keselamatan 1,4 Juta Warga di Tengah Darurat Sampah

“Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, serta satu set alat tulis yang bisa langsung digunakan dalam proses pembelajaran,” ujarnya, Kamis, 25 Desember 2025.

Menurut Rusliandy, sepanjang tahun ini sebanyak 5.500 siswa menjadi penerima manfaat program tersebut.

Seluruh bantuan telah didistribusikan ke masing-masing sekolah untuk kemudian dibagikan kepada para peserta didik yang berhak.

 Baca Juga: Apakah Pekerja Freelance Bisa Dapat BSU 2026 untuk 15 Juta Pekerja? Ini Kriterianya

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban orang tua, sekaligus memastikan setiap anak memiliki perlengkapan belajar yang,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada perlengkapan belajar, perhatian Bupati Bogor terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui penyediaan transportasi sekolah.

Pada Selasa, 23 Desember 2025, Rudy Susmanto kembali menyerahkan satu unit bus sekolah untuk siswa di Desa Malasari dan sekitarnya.

Sebelumnya, Pemkab Bogor telah mengoperasikan tiga unit bus sekolah di wilayah tersebut.

Kini total empat bus sekolah melayani para pelajar di kawasan terpencil yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Baca Juga: Anggaran Sekolah Rakyat 2026 Capai Puluhan Triliun, Ini Peluang Besar bagi Lulusan PPG Calon Guru

Bupati Bogor menyoroti kondisi siswa di Desa Malasari yang selama ini harus berjalan kaki hingga lima kilometer untuk berangkat dan pulang sekolah.

Melalui program tersebut, Pemkab Bogor berharap tidak ada lagi anak yang tertinggal pendidikannya karena keterbatasan ekonomi maupun akses geografis.***