POJOKSATU.id - Farrel Hakiem Ardiansyah merupakan Mahasiswa aktif Universitas Diponegoro S1 Prodi Ilmu Komunikasi, selain itu Farrel juga aktif sebagai Conten Creator di media sosialnya.
Farrel juga memiliki keterampilan bernyanyi yang mampu memikat banyak orang di luar sana dengan suaranya yang merdu, terbukti dengan prestasi-prestasi Farrel dalam ajang bernyanyi antara lain :
- Juara 1 Lomba solo vokal tingkat Nasional NAWASENA CUP 2022
- Juara 1 Lomba solo vokal tingkat Nasional HELLOCUP Vol.3 2022
- Juara 2 Lomba singing cover
Insan Cendikia 2022
- Juara 2 Lomba cover song competition English EXPO
IKIP Siliwangi 2022
Baca Juga: Kontrak Politik di Balik Konflik Jokowi vs Prabowo?
Selain itu prestasi yang berhasil Farrel raih pada saat ini adalah ia lolos dan menjadi bagian dari Project 100. Di antara 755 peserta yang berpartisipasi menjadi bagian dari program Project 100 ini namun hanya 30 orang terpilih.
Dan Farrel menjadi salah satu dari 30 orang yang berhasil lolos menjadi bagian dari Program Project 100 ini dengan tahapan seleksi yang begitu ketat.
Program Project 100 ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah Kota Bogor dengan sebuah startup sosial non-profit bernama pemimpin.id.
Kolaborasi ini menjadi cermin dari semangat untuk menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan dalam membangun kota yang lebih baik.
Program ini di jalankan selama 100 hari penuh di akhir jabatan Bima Arya sebagai Walikota Bogor, menunjukan hasil yang serius untuk mencapai hasil nyata dalam waktu yang relatif signifikan.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Masalah Upah, DPRD Jabar Dorong Audiensi Antara Buruh dan Pengusaha
30 peserta ini nantinya akan menjadi tim yang akan mendampingi Walikota Bogor Bima Arya dalam menjalankan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup di Kota Bogor.
Dengan mengusung tema yang sangat relevan yakni “Membangun Masa Depan Kota Bogor”. Para peserta yang terpilih untuk bergabung dalam Project 100 ini kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok, atau klaster, yang masing-masing memiliki fokus yang berbeda.
Kelompok pertama berkonsentrasi pada penataan ruang publik, yang melibatkan upaya untuk merancang dan mengelola ruang publik agar lebih berfungsi dan estetis.
Kelompok kedua fokus pada transportasi, dengan tujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi transportasi di Kota Bogor.
Sedangkan kelompok ketiga berfokus pada penataan pasar, yang mencakup berbagai aspek seperti perencanaan, manajemen, dan pengembangan pasar tradisional maupun modern.
Partisipasi pemuda dalam program ini menunjukkan antusiasme dan kesadaran mereka akan pentingnya peran aktif dalam pembangunan kota mereka.
Dengan melibatkan generasi muda, diharapkan program ini tidak hanya memberikan solusi konkret dalam memperbaiki infrastruktur dan pelayanan publik di Kota Bogor.
Tetapi, juga menginspirasi dan memberdayakan pemuda untuk terlibat dalam pembangunan komunitas mereka secara lebih luas.
“Saya sangat senang dapat tergabung dan berkolaborasi menjadi bagian dari Project 100 ini, setelah saya mengikuti program project 100 ini kita dapat menambah wawasan terkait kepemimpinan, relasi dan juga bertemu dengan orang-orang hebat” Ujar Farrel.
“Disini juga kita dapat melihat bagaimana cara pemimpin melihat suatu permasalahan, dan saat ikut program Project 100 ini saya melihat sisi humanis Walikota Bogor Bima Arya kepada rakyat Bogor” Lanjut Farrel Dalam Dialognya.***

