POJOKSATU.id - Taman Wisata Hibisc Fantasy di kawasan Puncak Bogor yang dibongkar usai kedapatan melakukan sejumlah pelanggaran dikabarkan dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah memerintahkan langsung pembongkaran total taman wisata tersebut.

Keberadaan taman wisata ini disebut-sebut menjadi salah satu penyebab bencana banjir.

"Ini daerah kemiringan yang sangat tinggi ya terus kemudian catchement area (daerah tangkapan air) di bawahnya ada sungai, sungai itu mengalir ke kampung. Jadi ya banjir di kampung di bawah penyebabnya dari sini," kata Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Biang Kerok Banjir, Taman Wisata di Puncak Bogor Dibongkar, Dedi Mulyadi Beri Perintah Langsung

Keberadaan Hibisc Fantasy Puncak Bogor juga terbukti melakukan sejumlah pelanggaran salah satunya izin penggunaan lahan.

Diketahui, izin yang diajukan pengelola yakni hanya untuk penggunaan lahan seluar 4800 meter persegi.

Nnamun realisasinya lahan yang digunakan mencapai 3 kali lipat batas perizinan yakni seluas 15.000 meter.

Sementara itu, menanggapi isu Hibisc Fantasy dikelola BUMD, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa hal itu tak sepenuhnya benar.

Dedi menegaskan bahwa pemilik Hibisc Fantasy adalah swasta.

"Sebenarnya BUMD itu benderanya saja, yang punya yang punya modalnya perorangan tapi kooperatif. Kenapa sampai hari ini kooperatif karena saya tahu kan tempat rekreasinya bukan di sini aja. Banyak," ujar Dedi Mulyadi.***