POJOKSATU.id, BOGOR – Pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi kreatif mulai digencarkan di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Melalui program Pijar Ekraf: Maggot Multi-Produk (MMP), Komunitas Pijar Desa mendorong warga memanfaatkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi lingkungan sekaligus sumber pendapatan baru.

Program ini digelar selama empat pekan, sejak 24 Januari hingga 15 Februari 2026, bertempat di Yayasan Perintis Pendidik Nusa. Sebanyak 51 peserta terlibat aktif mengikuti rangkaian pelatihan yang memadukan teori dan praktik langsung di lapangan.

Inisiatif tersebut hadir sebagai jawaban atas persoalan sampah organik rumah tangga yang masih menjadi tantangan di tingkat desa. Melalui budidaya maggot BSF, limbah organik diolah menjadi produk turunan seperti pakan ternak dan pupuk organik. Konsep ini dinilai efektif mendukung gerakan zero waste sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga: Menebar Cahaya Lewat Karya, Pijar Desa Ajak Masyarakat Dukung Ekonomi Kreatif Difabel

Tak berhenti pada proses produksi, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait teknik pengemasan produk. Materi yang diberikan meliputi cara packaging higienis, pembuatan identitas merek, hingga penyusunan label yang informatif agar produk memiliki daya saing di pasaran.

Untuk memperluas akses pasar, pelatihan turut menyasar strategi pemasaran digital. Warga dikenalkan pada pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi. Peserta diajarkan membuat konten sederhana, merancang caption persuasif, serta memahami dasar-dasar branding agar produk maggot lebih dikenal luas.

General Leader Komunitas Pijar Desa, Zahra Qolbi Ainayah, mengatakan program ini dirancang agar masyarakat mampu mandiri dari hulu hingga hilir. “Kami ingin warga tidak hanya mampu membudidayakan maggot, tetapi juga bisa mengemas dan memasarkan produknya secara optimal sehingga nilai ekonominya meningkat,” ujarnya.

Salah satu peserta, Pipih, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru tentang pengelolaan sampah. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan bersama warga lain sehingga budidaya maggot benar-benar menjadi peluang usaha di Desa Benteng.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Komunitas Pijar Desa bersama Yayasan Perintis Pendidik Nusa dengan dukungan ULZ IZI Bogor. Ke depan, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. ***