POJOKSATU.id BOGOR - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memperpanjang penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede selama dua pekan. Penutupan dilakukan hingga 31 Agustus 2026 untuk mendukung penanganan pascakebakaran di sejumlah titik kawasan Gunung Gede.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan penanganan pascakebakaran masih berlangsung. Kebijakan penutupan pendakian mengacu pada Surat Edaran Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Perpanjangan penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki, pengunjung, masyarakat, serta penggiat alam bebas. Kebijakan tersebut sekaligus memberikan waktu bagi petugas untuk mengefektifkan pengendalian dan penanganan kawasan setelah kebakaran.
"Penutupan diperpanjang hingga dua pekan ke depan tepatnya sampai tanggal 31 Agustus. Kemungkinan diperpanjang kembali atau tidak dilihat dari penanganan setelah kebakaran melanda sejumlah titik terutama di kawah Wadon Gunung Gede," katanya di Ketika menjadi pemateri di kegiatan Orientasi Wartawan Konservasi Satwa Liar (OWAKA) 2026 di Taman Safari Indonesia Bogor yang digagas Forum Konservasi Satwaliar Indonesia (FOKSI), Sabtu 22 Agustus 2026 malam.
Sadtata mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan lapangan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare. Kebakaran terutama membakar hamparan rumput kering dan sebagian kecil vegetasi berkayu pada radius sekitar 5 meter dari kawasan sabana edelweiss menuju arah hutan.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, Kemenhut tetap mengambil langkah pencegahan untuk memastikan kawasan benar-benar aman sekaligus melindungi keselamatan pendaki dan masyarakat. Penutupan sementara seluruh jalur pendakian TNGGP juga dilakukan untuk mengefektifkan proses pemulihan kawasan pascakebakaran.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: SE.18 Tahun 2026 sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menjalankan amanat tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyetujui penutupan sementara seluruh jalur pendakian TNGGP. Penutupan kegiatan pendakian berlaku di seluruh pintu masuk kawasan mulai 7 Agustus hingga 31 Agustus 2026.
"Langkah penutupan ini kami ambil demi keselamatan bersama. Bagi para calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan untuk tanggal 7 hingga 31 Agustus 2026, pihak Balai Besar TNGGP memfasilitasi pengembalian dana (refund). Link pengajuan refund akan dikirimkan secara langsung melalui WhatsApp resmi BBTNGGP ke nomor ketua kelompok yang terdaftar saat registrasi," jelas Sadtata.
Pemadaman kebakaran tidak serta-merta menghentikan upaya pengamanan kawasan. Tim di lapangan masih melakukan pemantauan dan penyisiran secara berkala selama tiga hari untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Meski demikian, kondisi tersebut masih perlu dipastikan melalui penanganan dan pemantauan lebih lanjut sebelum jalur pendakian kembali dibuka.
"Berkat kesigapan petugas, MMP, dan relawan di lapangan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, guna memastikan kondisi benar-benar aman dan mengantisipasi munculnya potensi titik api susulan, tim kami tetap bersiaga melakukan pemantauan dan penyisiran secara bergiliran selama tiga hari ke depan," ujar Sadtata.
Seperti diketahui, upaya pemadaman dimulai pada Kamis 6 Agustus 2026 dan sebagai langkah antisipasi pihaknya menutup sementara seluruh jalur pendakian TNGGP mulai 7 hingga 11 Agustus 2026, kini penutupan jalur pendakian diperpanjang hingga 31 Agustus 2026.
