POJOKSATU.ID - Pemkab Bogor semakin memantapkan langkah mitigasi bencana dengan menggandeng dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan.

Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di Kantor BPBD Kabupaten Bogor, Rabu, 10 Desember 2025.

Bupati Rudy menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani risiko bencana yang semakin kompleks.

Baca Juga: Memutuskan Bekerja di Jakarta, Ketiga Alumni Fakultas Teknik Universitas Lampung Pulang Tinggal Nama dalam Peristiwa Kebakaran Terra Drone

Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, pengembang, perusahaan swasta, hingga masyarakat, untuk membangun sinergi berkelanjutan.

“Sinergi lintas sektor adalah kunci agar penanganan bencana berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran. Kita harus bergerak bersama,” tegasnya.


Fokus Utama

Baca Juga: Daftar Formasi CPNS 2026 Lulusan SMA Tanpa Tes Fisik Ketat, Ini Jabatan dan Tahap Seleksinya

Dalam rapat tersebut, Bupati Rudy menyoroti tiga prioritas besar yang harus segera dituntaskan bersama:

1. Normalisasi sungai dan drainase

Pemerintah meminta dukungan pengembang dan pihak swasta untuk memperbaiki sistem drainase serta melakukan normalisasi sungai.

Baca Juga: Setelah APBN 2026 Disahkan, DPR Soroti Celah Pajak dan Tata Niaga Batu Bara, Pemerintah Diminta Hentikan Permainan Lama

Terutama di kawasan rawan banjir seperti Cisarua dan Cicayanti.

2. Penguatan ruang terbuka hijau dan lahan resapan

Pengembang diwajibkan ikut menyediakan ruang terbuka hijau, sementara lahan pemerintah akan dioptimalkan sebagai area penghijauan guna mengurangi risiko banjir.

3. Evaluasi perizinan dan dampak lingkungan

Pemkab Bogor memperketat pengawasan terhadap pembangunan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.


Kolaborasi Berkelanjutan

Baca Juga: Bank Mandiri Pertahankan Gelar Juara ARA 2024, Kokohkan Rekor Empat Tahun Beruntun

Bupati Rudy menegaskan bahwa sektor swasta harus terlibat bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga sebelum bencana sebagai bentuk pencegahan.

“Jangan sampai setiap hujan turun, banjir kembali terjadi. Kita harus selesaikan akar masalahnya bersama-sama,” ujarnya.

Ia juga menuntut percepatan penanganan titik rawan banjir yang kerap menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Gus Ipul Lempar Cibiran Panas ke Kiai Soal Kisruh PBNU, Publik Makin Bingung!

Tidak boleh ada hambatan administratif yang memperlambat kerja lapangan.

“Kita perlu bertindak sebelum bencana terjadi. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergerak sebagai satu kesatuan,” tegas Rudy.


Komitmen untuk Bogor yang Tangguh

Baca Juga: Lewat Program TAMASYA, Pertamina Regional JBB Dorong Orang Tua Aktif Dukung Tumbuh Kembang Anak

Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Bogor meneguhkan komitmennya menghadirkan solusi berbasis kolaborasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang tanggung jawab kita menjaga keselamatan warga,” pungkas Bupati.***