POJOKSATU.ID – Lebih dari 10 ribu anak di Kabupaten Bogor kini kembali duduk di bangku sekolah.
Angka yang dulu hanya menjadi harapan, kini berubah menjadi kenyataan.
Dari data yang tercatat di bulan Juli 2025, terdapat 60.558 anak di Bogor belum bersekolah.
Baca Juga: Emotional Reset: Cara Mengembalikan Energi Positif Setelah Hari yang Berat
Namun, data terbaru menunjukkan penurunan signifikan, sebanyak 51.790 anak belum sekolah pada September 2025.
Kini, November 2025, tinggal 41.276 anak yang belum sekolah.
Artinya, dalam empat bulan terakhir jumlah anak yang belum bersekolah turun lebih dari 10 ribu anak atau setara dengan 31,9 persen.
Baca Juga: Tragis! Pembunuh Istri Pegawai Pajak di Manokwari Sempat Minta Tebusan Rp10 Juta ke Suami Korban
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut capaian ini bukan sekadar statistik, melainkan hasil kerja nyata berbagai pihak.
“Masa depan Bogor dimulai dari anak-anak kita,” ujarnya, dikutp dari akun instagram @kutaudayawangsa, Kamis, 13 November 2025.
Penurunan angka tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Dinas Pendidikan, Kementerian Dalam Negeri, serta dukungan aktif masyarakat.
Melalui program kerja paket dan berbagai inisiatif pendidikan, mereka bahu-membahu memastikan setiap anak Bogor memiliki kesempatan untuk belajar kembali.
Dampaknya mulai terasa. Rata-rata lama sekolah kini meningkat menjadi 8,72 tahun, setara dengan lulusan SMA.
Harapan lama sekolah juga naik, menandakan kualitas pendidikan Bogor terus membaik.
Bagi Pemkab Bogor, setiap anak yang kembali ke sekolah bukan sekadar data, tapi kisah tentang harapan baru, tentang anak yang kini bisa membaca, menulis, dan bermimpi lagi.
Bogor membuktikan, ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, pendidikan tak lagi sekadar janji, tapi perubahan nyata.***

