POJOKSATU.ID - Di sudut tenang Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, duka mendalam menyelimuti keluarga besar Muhammad Yoga Firdaus.
Pria berusia 36 tahun itu, yang dikenal sebagai sosok pendiam dan pekerja keras, meregang nyawa setelah jadi korban begal sadis dengan luka parah akibat disiram air keras.
Kepergiannya yang tragis mengguncang keluarga, dan kini menjadi sorotan publik setelah kisahnya viral di media sosial.
Malam itu, Senin 7 April 2025, Yoga Firdaus pamit kepada kakaknya. Ia hendak menarik penumpang ke Jakarta menggunakan mobil Suzuki Ertiga miliknya.
Tak ada firasat buruk. Hanya pamit singkat seperti biasanya, seperti malam-malam sebelumnya.
Namun, dua hari kemudian, kabar duka datang menghantam. Keluarga yang kehilangan kontak sejak Senin, baru mendapat informasi pada Rabu (9/4) bahwa Yoga dalam keadaan koma di RSUD Ciawi, Bogor.
Baca Juga: BKN Umumkan Jadwal Ujian PPPK Tahap 2, Kapan Bisa Cetak Kartu Peserta Ujian PPPK?
Irwan Kurniawan (45), paman korban, masih mengingat jelas rasa tidak percayanya ketika menerima kabar itu.
“Kami sudah dua hari kehilangan kontak. Tiba-tiba diberi tahu Yoga ada di rumah sakit dalam kondisi koma, tubuhnya penuh luka bakar,” ungkap Irwan dengan suara berat, saat dihubungi Pojoksatu.id, Rabu 16 April 2025.
Dari informasi yang dihimpun keluarga, Yoga ditemukan oleh warga di Ciawi, Kabupaten Bogor pada Selasa (8/4) dalam kondisi mengenaskan.
Tubuhnya melepuh, wajahnya tak lagi bisa dikenali, dan sebagian besar kulit tubuhnya terbakar.
Diduga kuat, pelaku menyiramkan air keras ke sekujur tubuhnya. Namun kejanggalan diungkap Irwan karena cairan korosif itu disebut masuk ke mulut dan mengenai bagian vital korban.
“Bayangkan, dia masih sempat berjalan kaki sejauh dua kilometer untuk meminta pertolongan,” kata Irwan.
“Di rekaman CCTV, dia terlihat terhuyung-huyung, mencari bantuan. Tapi tak satu pun kendaraan berhenti. Hingga akhirnya ada warga yang membawanya ke Polsek Ciawi dan dari sana ke RSUD.”
Sebelum benar-benar tak sadarkan diri, Yoga masih sempat menyebutkan identitasnya.
"Saya Yoga, Grab dari Sukabumi," begitu katanya pada warga yang menolong. Kalimat itu menjadi satu-satunya petunjuk bagi keluarga untuk melacak keberadaannya.
Baca Juga: Situs Cek PIP Berubah! Pastikan Penerima PIP Wajib Tahu Akses Link yang Benar!
Keluarga baru bisa memastikan identitas korban setelah pencocokan data dilakukan antara Polres Bogor dan Polres Sukabumi Kota.
Yoga menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (13/4) malam sekira pukul 20.00 WIB, akibat luka parah di sekujur tubuhnya.
Setelah diautopsi di RS Bhayangkara, jenazah Yoga dimakamkan di dekat rumah keluarganya, Senin (14/4), diiringi isak tangis keluarga dan doa yang tak putus-putus.
"Kejanggalannya itu karena pelaku sampai menyiram air keras hingga masuk ke mulut korban, mungkin dicekok," lanjut Irwan.
"Tapi kami tidak mau berspekulasi soal motif pelaku, apakah murni begal atau ada motif lain. Kami dari keluarga mempercayakan sepenuhnya kepada polisi untuk mengungkap kasus ini," ujarnya.
Fauzi (50), paman korban lainnya, mengaku masih sulit menerima kenyataan pahit ini.
“Yoga itu anak baik. Dia kerja siang malam, nyopir online untuk bantu keluarga. Kami ingin pelaku segera tertangkap. Kami serahkan ke polisi, tapi kami ingin ada keadilan,” tegasnya.
Hingga kini, keluarga masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
Motif di balik tindakan keji itu belum diketahui, namun dugaan kuat mengarah pada pembegalan.
Mobil milik korban pun dilaporkan belum ditemukan. Handphone dan dompet korban juga raib digondol pelaku.
Yoga Firdaus mungkin hanyalah satu dari ribuan driver online yang mengadu nasib di jalanan ibu kota.
Namun kepergiannya yang mengenaskan menyisakan luka, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang mengenalnya, atau yang sekadar membaca kisah pilu ini.
Kini, yang tersisa adalah harapan. Harapan agar kebenaran segera terungkap. Harapan agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan harapan agar tak ada lagi Yoga berikutnya—pejuang jalanan yang pulang tinggal nama.***

