POJOKSATU.ID - Lorong-lorong tambang emas di kawasan Gunung Halimun Salak menyimpan jejak panjang yang luar biasa tentang Kabupaten Bogor.
Keheningan kawasan ini justru terasa ganjil, karena di sinilah pernah berdiri salah satu pusat tambang emas bawah tanah terbesar di Pulau Jawa.
Nama Pongkor sudah lama mengundang rasa penasaran.
Baca Juga: Pengendara Dipukuli di Depan Mako Polda Sumut, Pelaku Polisi Aktif Berstatus ODGJ, Kok Bisa Sih?
Eksplorasi pertama dilakukan pada tahun 1974 ketika tim lapangan menemukan base metal yang kemudian mengarah pada penemuan urat emas berkadar tinggi.
Momen tersebut menjadi tonggak penting yang membuka jalan bagi operasi resmi tambang Pongkor pada tahun 1994 di bawah pengelolaan PT Antam.
Dari Puncak Kejayaan hingga Penutupan Aman
Baca Juga: Bibir Gelap? Ini Cara Bikin Ombre Lips ala Korea yang Tetap Menutup Rata Warna Bibir
Sejak beroperasi, aktivitas tambang bawah tanah di Pongkor hampir tidak pernah sepi.
Sistem penambangan yang digunakan terbilang maju pada masanya, memungkinkan produksi emas dalam volume besar selama lebih dari dua dekade.
Tambang ini berjalan hingga tahun 2019, ditutup secara permanen menggunakan standar penutupan pascatambang demi memastikan keamanan lingkungan.
Baca Juga: Kontrak PPPK Ternyata Bisa Diputus Sebelum 5 Tahun, Ini Syarat yang Harus Diwaspadai!
Meski berhenti beroperasi, kawasan ini tidak dibiarkan kosong.
Pengelolaan dilanjutkan dengan menata area bekas tambang agar tetap aman, stabil, dan memiliki nilai edukasi.
Gunung Api Tua Berumur 30 Juta Tahun
Gunung Pongkor sendiri adalah gunung api purba berumur sekitar 30 juta tahun.
Struktur geologinya menjadi alasan mengapa sistem tambang bawah tanah bisa bertahan lama dan produktif.
Keunikan batuan dan proses vulkaniknya kini menjadi salah satu nilai penting yang diangkat dalam penetapan Pongkor sebagai bagian dari jaringan Geopark Nasional.
Museum Tambang Pongkor
Baca Juga: Simak! 5 Faktor Penentu Apakah Tunjangan Profesi Guru 100 Persen Cair untuk Anda
Sebagian area tambang kini disulap menjadi Museum Tambang Pongkor, yang berlokasi langsung di lorong tambang asli.
Museum ini menampilkan proses sejarah eksplorasi, metode penembusan batu, hingga tahapan awal pengolahan bijih emas.
Alat berat seperti jumbo drill dan bor tangan dipamerkan sebagai bukti kemajuan teknologi pertambangan di era Antam.
Baca Juga: IKA-UGJ Desak RSUD Waled Bertanggung Jawab atas Dugaan Pelecehan Seksual yang Dialami Mahasiswi Koas
Pengunjung juga dapat mencoba simulasi pengeboran dan pemecahan batu untuk memahami sistem kerja penambangan bawah tanah.
Deretan foto para pekerja tambang menghiasi dinding lorong.
Wajah itu mengingatkan bahwa tambang ini bukan sekadar emas dan teknologi, tapi tentang manusia yang telah menghabiskan tenaga, waktu, dan hidupnya di perut bumi Pongkor.
Baca Juga: Pengawas UKPPPG Ungkap 7 Perilaku Peserta yang Sering Bikin Nilai Jatuh
Dari Tambang ke Warisan Geologi
Kini, Pongkor menjadi geosite penting di Kabupaten Bogor dalam jaringan Geopark Nasional.
Nilai geologi, biologi, hingga budaya kawasan ini tercatat sebagai warisan ilmu bumi yang penting bagi generasi berikutnya.
Dari tempat yang dulu menggali emas, Pongkor kini menggali pengetahuan.***

