POJOKSATU.id - Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri Kabupaten Bogor kini jadi desa yang tenar di semua penjuru Indonesia. Desa yang awalnya berkesan gersang, jauh dari interaksi dan banyak tindak kejahatan, kini berubah drastis menjadi Desa Digital.

Setidaknya kini 64 titik jaringan internet murah bisa diakses oleh warga desa Gunungputri melalui teknologi smart pole. Gunungputri yang didominasi kawasan industri, kini jadi percontohan desa digital yang dikunjungi wilayah lain di Indonesia.

Di wilayah desa Gunungputri yang kini disebut desa digital itu kini terpancang 14 unit tiang tower BTS dalam teknologi yang disebut smart pole yang bikin melongo daerah lain di Indonesia. Tiang pintar itu merupakan konsep penggabungan antara sarana jaringan yang terpadu.

Di desa digital Gunungputri Kabupaten Bogor itu, tiang-tiang tersebut dilengkapi CCTV, lampu otomatis, sensor cahaya, dan gerak.

Semua jaringan itu terhubung ke pusat kendali atau command center yang ada di kantor desa Gunungputri. Wah, keren ya desa digital ini.

Baca Juga: Korupsi Dana Samisade, Mantan Kepala Desa Tonjong Kabupaten Bogor Ditangkap Krimsus Polres Metro Depok

Melalui teknologi itulah, warga desa digital Gunungputri dapat mengakses layanan internet, layanan keamanan, kesehatan, pengurusan berkas kependudukan dan perizinan, hingga tombol darurat.

Pada tahun 2021, dengan dukungan Dana Samisade (Satu Milyar Satu Desa) dari Pemerintah Kabupaten Bogor, desa digital Gunung Putri berhasil mendirikan tiang telekomunikasi di 14 lokasi yang meliputi 14 RW.

Pemerintah desa Gunungputri juga sedang mengembangkan aplikasi smart pole berbasis Android untuk mempermudah kerja perangkat desa, RT, RW, Linmas, dan Babinsa dalam melayani warga dalam layanan desa digital.

Aplikasi di desa digital Gunungputri ini dilengkapi dengan tombol-tombol berwarna yang menandakan prioritas tugas.

Sebagai contoh, tombol berwarna merah menandakan isu keamanan yang memerlukan respons cepat dari Linmas dan Babinsa. Sementara itu, tombol hijau terhubung dengan sopir ambulance, memungkinkan Ambulan Desa untuk segera bergerak ke lokasi dengan bantuan teknologi GPS. Begitulah desa digital Gunungputri hadir di tengah warga.

Baca Juga: Sambangi Desa Terpencil di Tasikmalaya, Ganjar Dialog hingga Menginap di Rumah Warga

Pemerintah Desa Gunungputri juga sudah menyiapkan serangkaian paket pelatihan agar warganya bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam dunia digital.

Itu sebabnya, Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sengaja terbang untuk melakukan studi banding ke Desa Gunungputri pada Jum’at (13/10/2023).

Setelah bulan lalu, tepatnya pada 29 September 2023 Pemerintah Desa Gunungputri juga mendapat kunjungan dari Kelurahan Sariharjo, Yogyakarta, dan hari ini kembali mendapat kunjungan study banding dari luar provinsi Jawa Barat.

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Efraim Sariah mengungkapkan bahwa maksud dari kunjungan study banding Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh ke Desa Gunungputri yaitu terkait dengan bimbingan teknis penggunaan alokasi dana desa untuk membangun desa serupa.

Baca Juga: Terobosan Digital: Transformasi Bisnis Melalui Teknologi Informasi dan Iptek

“Kami sedang mengikuti sesi teori pelatihan yang dilaksanakan oleh lembaga pengembangan studi kompetensi, mereka meminta untuk melakukan kegiatan melihat desa yang ada di sekitar Jakarta. Paling tidak ada hal positif yang bisa kami ikuti. Lalu kami diarahkan untuk mengunjungi Desa Gunungputri,” terang Efraim.

Saat berbincang dengan Pojoksatu, Efraim mengaku mendapat banyak hal positif setelah mengunjungi Desa Gunungputri yang saat ini sudah menjadi desa digital.

Efraim juga menyampaikan salut dengan kemauan warga Desa Gunungputri dalam menjalankan berbagai program di desa.

“Setelah ada presentasi kami diarahkan melihat hasil apa saja yang dibuat oleh Desa Gunungputri, dengan perkembangan saat ini yang dinamakan desa digital. Banyak hal yang dibuat dan ini sangat luar biasa. Hal positif yang saya lihat, pertama adalah kemauan warganya membuat kami sangat salut," ungkap Kepala Distrik Mimika Barat Jauh itu.

Baca Juga: Kepala Desa se-Indonesia Berikan Jersey MU Nomor 8, Ini Maknanya Bagi Ganjar Pranowo

Menurut Efraim, Desa Gunungputri sangat luar biasa. Baik itu dari segi administrasi, pertanian, ataupun pariwisatanya yang berusaha mengelola Setu Gunungputri menjadi tempat rekreasi.

“Secara adminstrasi dan perkembangannya memang sangat luar biasa. Pemerintah kasih predikat desa mandiri karena memang penataan mulai dari administrasi, perkembangan dari segi pertanian dan pariwisatanya juga sangat luar biasa," ujar Efraim menilai.

Efraim juga mengungkapkan bahwa SDM masyarakat Distrik Mimika Barat Jauh masih kurang, dan masih bergantung pada pemerintah.

Ia berharap setelah melakukan kunjungan ke Desa Gunungputri ini akan ada niat dari para warganya untuk membangun desa yang lebih baik lagi. *** Venda Oktavioni