POJOSATU.ID – Menjelang penutup tahun 2025, Kejari Kabupaten Bogor bersama Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi Paham Kepercayaan dan Keagamaan.
Kegiatan ini juga melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor dan dilaksanakan pada Rabu, 03 November 2025.
Langkah ini dilakukan untuk perkuat stabilitas wilayah dan tingkatkan kewaspadaan dinamika sosial-keagamaan yang kerap meningkat di akhir tahun.
Hadir perwakilan Kodim, Polres Bogor, dan perangkat daerah yang membidangi urusan keagamaan, kepercayaan, dan pembinaan ideologi masyarakat.
Ini menjadi ruang strategis untuk memetakan potensi kerawanan, menyelaraskan kebijakan, dan menyusun langkah pencegahan.
Hal itu dilakukan agar kerukunan masyarakat tetap terjaga.
Kejari Kabupaten Bogor menghadirkan Kepala Seksi Intelijen, Ahmad Sudarmaji, S.H., M.H., didampingi Kasubsi II Intelijen, Abdullah Muhammad Ihsan, S.H..
Keduanya menyampaikan perspektif intelijen penegakan hukum, analisis tren pergerakan kelompok keagamaan dan potensi aliran yang tidak sesuai ketentuan.
Mereka juga menyoroti indikasi yang dapat memicu gesekan horizontal di masyarakat.
Baca Juga: Mengapa Guru di Daerah TPP Tidak Dapat Tambahan TPG? Begini Penjelasan Kebijakan Nasional!
Dalam rapat tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, di antaranya:
• Peningkatan aktivitas kelompok keagamaan yang berpotensi menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat.
• Meningkatnya isu intoleransi dan gesekan antar-kelompok menjelang berbagai momentum keagamaan.
• Penguatan deteksi dini terhadap indikasi aliran atau kegiatan kepercayaan yang tidak terdaftar atau bertentangan dengan regulasi pemerintah.
• Peningkatan koordinasi lintas sektor agar respons terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan cepat dan terkoordinasi.
Baca Juga: Hadapi Nataru 2025/2026, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Layanan
Melalui rakor ini, Kejari dan Forkopimda Bogor menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kerukunan masyarakat.
Upaya kolaboratif lintas instansi ini diharapkan mampu mencegah kerawanan serta menciptakan situasi kondusif menjelang akhir tahun 2025.***

