POJOKSATU.ID - Kawasan haji di Pakansari bukan hanya untuk layanan ibadah, tetapi juga dipersiapkan menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat Bogor.

Hal ini menjadi fokus dalam peninjauan Wamen Haji dan Umrah RI, Dahnil Anjar Simanjuntak.

Dahnil melihat langsung perkembangan pembangunan Masjid Raya dan kawasan terpadu layanan haji, Rabu, 10 Desemeber 2025.

Baca Juga: Jelang Perayaan Nataru 2025, Polresta Cirebon Gencar Perangi Pekat

Dalam kesempatan itu, pemerintah pusat menegaskan dukungannya terhadap strategi Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Kawasan haji tersebut diproyeksikan sebagai pusat ekonomi umat yang menggabungkan fasilitas ibadah, hotel, UMKM, dan aktivitas ekonomi terpadu.

Wamen Dahnil menilai, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar mengembangkan kawasan tersebut sebagai simpul ekonomi baru.

Baca Juga: Tips Liburan Tetap Seru Meski Musim Hujan Mulai Turun

Hal itu dikarenakan kawasan pelayanan haji nantinya dapat memberi ruang bagi UMKM, layanan publik, hingga kegiatan masyarakat.

“Kawasan ini bukan hanya untuk masyarakat Kabupaten Bogor yang jumlahnya enam juta jiwa, tetapi juga untuk kota dan kabupaten di sekitarnya,” ujarnya.

Ia menyebut, model pengembangan kawasan terpadu seperti ini dapat menjadi contoh nasional karena memadukan layanan ibadah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! 3.045 PPPK Paruh Waktu Kendari Kini Nikmati THR dan Gaji 13 Layaknya ASN

Pemerintah pusat juga membuka peluang besar agar Bogor menjadi pusat layanan haji bagi wilayah metropolitan.

Jika Hotel Haji rampung pada 2026, Kabupaten Bogor berpeluang kuat ditetapkan sebagai embarkasi pada 2027.

Dengan begitu, jalur layanan haji wilayah Bogor Raya hingga Sukabumi dan Cianjur tidak lagi bergantung pada embarkasi lain yang lebih jauh.

“Jika semua fasilitas sesuai persyaratan, 2027 Bogor bisa punya embarkasi sendiri untuk melayani jamaah dari berbagai daerah sekitar,” kata Dahnil.

Hal ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mempersingkat alur keberangkatan haji, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan ibadah.

Baca Juga: KPD Muncul di Cek Bansos, Pertanda Dapat Bantuan atau Malah Sebaliknya? Simak Penjelasannya!

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menekankan bahwa pembangunan fisik hanyalah pondasi awal.

Kawasan ini dirancang untuk menjadi ruang hidup yang benar-benar bergerak, terisi kegiatan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi umat.

“Infrastrukturnya kami bangun, tetapi ruh kegiatan keumatan akan dikembangkan bersama para ulama, kiai, dan organisasi Islam,” ujarnya.

Baca Juga: Mau Jadi ASN BMKG? Kuliah di STMKG Bisa Jadi Solusi, Cek Kuota 2026 Di Sini

Rudy juga menyampaikan perkembangan Masjid Raya Nurul Wathon yang kini memasuki tahap akhir pembangunan.

Pemkab menargetkan progres fisik mencapai 90 persen pada akhir Desember.

Kawasan masjid ini akan dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk:

Baca Juga: Suka di tengah Duka, Lahirnya Bayi di Pengungsian Bencana Tapanuli Tengah

• Hotel Haji

• UMKM dan sentra ekonomi rakyat

• Klinik dan layanan publik

• Pusat bisnis dan aula

• Ruang serbaguna

• Area kegiatan komunitas

Baca Juga: Menilik Penyebab Hilangnya Kampung Garuga dan Munculnya Sungai Baru di Tapanuli

“Jika akad nikah dilakukan di masjid, pestanya di ruang serbaguna, dan keluarganya menginap di hotel. Ini menjadi pendapatan yang menopang kegiatan keumatan,” jelasnya.

Pengelolaan kawasan nantinya akan ditangani BUMD yang berkolaborasi dengan organisasi keumatan di Kabupaten Bogor.***