POJOKSATU.ID –Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Bogor menjadi ajang apresiasi bagi insan kesehatan.

Momen ini juga menegaskan peran puskesmas sebagai pusat lahirnya berbagai inovasi pelayanan publik.

Hal itu disampaikan Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat perayaan HKN di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Kesehatan, Jumat, 21 November 2025.

Baca Juga: Fakta-Fakta Mengapa PPPK Tak Bisa Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes! Regulasi, Anggaran, hingga Merit Sistem

Sekda Ajat menegaskan bahwa puskesmas selama ini menjadi unit layanan yang paling produktif dalam menciptakan terobosan-terobosan pelayanan.

Mulai dari inovasi pencegahan penyakit, penanganan TBC, hingga layanan kesehatan berbasis teknologi.

“Saat di Bappedalitbang, inovasi paling banyak selalu datang dari Puskesmas. Maka di buat klasifikasi khusus bagi inovator puskesmas agar punya panggung tersendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Sistem TPG 2026 Dirombak Besar-Besaran? Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Anda Tahu

Menurutnya, kreativitas di tingkat puskesmas bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dalam mencapai target besar kesehatan daerah.

Termasuk menuju Universal Health Coverage (UHC) 100%.

Dengan jumlah penduduk hampir enam juta jiwa, inovasi menjadi kunci agar pelayanan merata dan efektif.

Baca Juga: TPG TW 4 Sudah Cair, Tapi Kapan TPG 100 Persen? Ini Analisisnya

Ajat menambahkan, komitmen Pemkab Bogor terhadap kesehatan selalu sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia.

“Insan kesehatan Kabupaten Bogor adalah garda terdepan pelayanan publik. Profesionalitas, dedikasi, dan kerja dengan hati harus menjadi spirit,” tegasnya.

Kadinkes Kab. Bogor, Fusia Meidiawaty, tegaskan tema HKN ke-61, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” jadi landasan penguatan enam pilar transformasi kesehatan.

Penegasan ini penting khususnya di Kabupaten Bogor yang memiliki populasi terbesar di Indonesia.

Ia menyebut berbagai tantangan kesehatan semakin kompleks, seperti stunting, penyakit tidak menular, hingga pemerataan akses layanan kesehatan.

Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru Triwulan Akan Diganti Bulanan? Ini Bocoran Kebijakan 2026

Karena itu inovasi yang muncul dari puskesmas harus terus diperkuat.

“Peringatan HKN bukan sekadar seremonial, tapi momentum perkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk hadapi isu-isu strategis tersebut,” kata Fusia.***