POJOKSATU.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita menjatuhkan diri ke jalan raya hingga nyaris tertabrak mobil viral di media sosial.
Kejadian ini menarik perhatian netizen dan menuai beragam komentar. Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun X @Heraloebss.
Dalam rekaman dashcam sebuah mobil, terlihat seorang wanita berdiri di sisi jalan di kawasan Kencana, Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.
Wanita itu tiba-tiba melompat ke tengah jalan saat sebuah mobil mendekat.
Sang pengemudi mobil berhasil menghindar dengan melakukan pengereman mendadak. Meski begitu, wanita tersebut tetap terkapar di jalan.
Aksi ini sempat membuat pengendara lain berhenti, namun beberapa orang tampak enggan memberikan pertolongan.
"Sampai dibiarin sama orang-orang. Orang males juga," ujar seorang pria dalam video tersebut. Seorang wanita lainnya menambahkan, "Kayaknya orang-orang situ udah tahu deh jadi kayak nolonginnya males-malesan gitu."
Spekulasi pun bermunculan, banyak yang mengira aksi ini merupakan modus kejahatan untuk mendapatkan uang.
Beberapa netizen ikut memberikan komentar.
"Begitu satu jam gak ada yang nolong pasti bangun karena kepanasan aspal jalan," tulis seorang pengguna.
"Cari duit dengan cara seperti itu tuh, emang gak takut ya jika kejadian beneran gimana. Pengen duit ya kerja bu," tambah yang lain.
Namun, polisi mengungkap fakta berbeda di aksi yang semula diduga sebagai modus penipuan.
Baca Juga: Viral, Rekaman Diduga Pesta Narkoba di Dalam Lapas Tanjung Raja, Napi yang Terlibat Diberi Sanksi
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Ariani, menjelaskan bahwa wanita tersebut bernama Yuni (30), seorang warga setempat yang mengidap penyakit epilepsi.
"Penyakit itu sering kambuh secara tiba-tiba di mana pun berada," jelasnya pada Minggu (17/11/2024).
Menurutnya, warga sekitar sudah mengetahui kebiasaan Yuni saat penyakitnya kambuh. "Sedang kambuh karenanya ia lompat dan tiduran ke jalan," tambah Ariani.
Yuni diketahui sehari-harinya berjualan makanan ringan dan batu akik di rumahnya. Atas kejadian ini, warga yang melintas di kawasan tersebut diimbau untuk berhati-hati, agar tidak ada pihak yang sama-sama dirugikan. ***

