POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis petani lokal melalui Gerakan Tanam Cabai.
Gerakan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Tani Biotani di Kecamatan Jasinga, Senin, 15 Desember 2025.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat ekonomi petani dan kemandirian pangan daerah.
Baca Juga: Om Zein Penuhi Janji Politik Prioritaskan Infrastruktur, Hingga Desember Ini 45 KM Bangun Jalan
Cabai dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang stabil sepanjang tahun.
Dengan memperkuat produksi di tingkat petani, Pemkab Bogor berupaya menciptakan ekosistem pertanian hortikultura yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Mewakili Bupati Bogor, Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan, Mustaqim, menegaskan peningkatan produksi cabai harus dengan penguatan peran petani.
Baca Juga: Single Salary ASN 2026, Gaji dan Tunjangan Jadi Satu, PAHAMI Mekanismenya
Karena petani sebagai penggerak utama pembangunan pertanian daerah.
Saat ini, produksi cabai di Kabupaten Bogor tercatat mencapai 16.603,85 ton atau meningkat 19,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, potensi tersebut masih dapat dikembangkan lebih luas melalui pengelolaan lahan yang optimal, pendampingan petani, serta kolaborasi lintas sektor.
“Dengan dukungan sarana, prasarana, dan pendampingan yang tepat, petani cabai dapat meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga ketersediaan pangan daerah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemkab Bogor terus menyalurkan bantuan benih unggul, pupuk, pestisida ramah lingkungan, serta alat dan mesin pertanian.
Dukungan juga diberikan melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian.
seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, dam parit, serta rumah penampungan hasil panen.
Sekdin Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Edi Mulyadi, menjelaskan, Gerakan ini upaya terencana untuk membangun sentra produksi cabai berbasis kawasan.
Baca Juga: Gagal PPPK Paruh Waktu? Ini Syarat dan Dokumen Wajib Honorer dalam Penataan Non-ASN 2025
Program ini menargetkan pengembangan kawasan cabai seluas 280 hektare yang tersebar di 23 kecamatan.
Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas petani hortikultura agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan perubahan iklim.
“Gerakan Tanam Cabai untuk tingkatkan produksi dan produktivitas cabai di Kabupaten Bogor, menambah suplai di tingkat kelompok tani dan masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: FANTASTIS! PPPK BGN 2025 Dapat Tunjangan yang Berbeda Dengan Gaji Pokok, Ini Daftarnya
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan V, Kepala Bank BJB Cibinong, Kadin Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor.
Hadir juga Forkopimcam Jasinga, serta para kepala desa se-Kecamatan Jasinga, sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penguatan pertanian daerah.***

