POJOKSATU.id - Upaya menguatkan sinergi media dengan mendukung potensi dan upaya gencarkan promosi pariwisata Kota Bogor, dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor dengan menggelar "Rapat Koordinasi (Rakor) Media Kepariwisataan" di Rizen Padjajaran Hotel pada Senin, 27 November 2023.

Dalam Rakor Media Kepariwisataan itu, ditemukan titik antara Disparbud dan PWI Kota Bogor untuk gencarkan promosi pariwisata dengan menempatkan media sebagai ujung tombak.

Langkah-langkah nyata usai Rakor Media Kepariwisataan membedah berbagai persoalan pariwisata, ditunggu dalam bentuk program real agar upaya demi gencarkan promosi pariwisata yang bisa dilakukan bersama antara Disparbud dan PWI Kota Bogor serta dukungan seluruh media.

Baca Juga: Disparbud Karawang Rekomendasikan 3 Objek Sebagai Cagar Budaya

Berbagai persoalan mulai dari peran penting media, kebijakan anggaran hingga perilaku dan kondisi pariwisata dikaji dalam Rakor Media Kepariwisataan Disparbud dan PWI Kota Bogor sebagai spirit untuk gencarkan promosi pariwisata di Kota Bogor.

Dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ketua PWI Kota Bogor, Kadisparbud, serta puluhan wartawan, kegiatan yang bertemakan "Menjaga Warisan Demi Memuliakan Peradaban" ini menghadirkan tiga narasumber Arihta Surbakti (Ketua PWI Kota Bogor), Devie Prihartini Sultani (Sekertaris Komisi IV DPRD Kota Bogor), dan pakar media Rifki Setiadi (Pojoksatu).

"Langkah Disparbud menggelar Rakor Media dengan anggaran perubahan patut diapresiasi. Hanya Disparbud yang berani berbeda dan menjalin sinergi dengan media," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Ahmad Saeful Bahri (ASB), Senin 27 November 2023.

Baca Juga: Disparbud Jabar Tegaskan Soal Batalnya Diskusi Anies Baswedan di Gedung Indonesia Menggugat

Menurut ASB, Rakor Media Kepariwisataan ini bukan hanya rapat koordinasi semata, melainkan juga platform untuk pemaparan capaian yang telah diraih oleh OPD terkait.

"Sangat membanggakan saat media sejalan dengan Disparbud. Namun, pendapatan tertinggi Disparbud untuk PAD tidak seimbang dengan anggaran yang diterima," papar ASB.

Senada dengan itu, Kadisparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati, menegaskan bahwa Rakor Media Kepariwisataan ini merupakan upaya Disparbud dalam menggandeng PWI Kota Bogor untuk memperkuat sinergi dengan kehadiran sekitar 30 awak media dalam acara ini.

Baca Juga: Terpilih 1.000 Duta Pariwisata Jabar, Disparbud Latih Warga Sekitar Tempat Wisata Jadi Content Creator

"Rakor ini diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun. Media merupakan mitra penting bagi kami dalam memperkuat kolaborasi pemerintah," kata Iceu.

Tujuan rakor ini, menurut Iceu, adalah memperkuat sinergi pemerintah dengan media dalam mendukung promosi Disparbud di sektor kepariwisataan.

"Rakor ini menjadi wadah diskusi dan pertukaran informasi untuk meningkatkan visibilitas yang menguntungkan antara pemerintah dan media," jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti, turut mengapresiasi terselenggaranya rakor bersama media cetak, online, dan elektronik di Kota Bogor.

Baca Juga: Kampung Horta Bogor Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi Menyenangkan! Lokasi, Harga Tiket, dan Prosedur Kunjungan Cek di Sini!

"Sinergi antara lembaga dinas dengan media harus berlanjut dan semakin baik ke depannya," ujar Kang Ari, sapaan akrabnya.

Dia berharap sinergi antara dinas seperti Disparbud dengan awak media bisa menjadi contoh bagi instansi lain untuk memperkuat hubungan ke depan.

Sementara, Rifki Setiadi dalam paparannya menegaskan pentingnya pemahaman dan ikhtiar bersama bahwa dunia pariwisata perlu didukung oleh berbagai kebijakan yang seiring dari berbagai pihak.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Asyik Liburan Bersama Keluarga Terbaik di Jakarta dan Sekitarnya, Dijamin Seru!

"Ironi jika pendapatan sektor pariwisata digenjot untuk terus meningkat, baik secara nasional lokal, tetapi support anggaran di tingkat eksekusi sangat kecil.

Ironi juga jika media berhasil mengeksplore beragam destinasi wisata, termasuk hidden gem, tetapi support para pelaku industri wisata terhadap media tidak maksimal.

Padahal pariwisata harus dikerjakan dari hulu hingga ke hilir," ungkap Rifki.***