POJOKSATU.id - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Ilmu Komputer (Fisipkom) Universitas Djuanda (Unida) menggelar sosialisasi berantas hoaks jelang Pemilu 2024, pada Kamis 3 Agustus 2023.

Kegiatan yang dilaksanakan di RT 04/RW 04 Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor itu dihadiri sejumlah pemuda dan Ketua RT setempat.

Ketua kelompok 14 KKN-Tematik Fisipkom Unida, Fiqih, mengatakan, pihaknya sengaja memilih tema berantas hoaks karena penyebaran hoaks selalu mengalami peningkatan setiap penyelenggaraan pesta demokrasi.

Baca Juga: Dosen Fisip UNJANI ke Rocky Gerung : Pemikiran Filsafat Berlebihan, Imbasnya Logika dan Nurani Terpisahkan

"Kami ingin saling belajar bersama dengan berbagi ilmu yang dimiliki," kata dia.

Selain itu, mahasiswa memiliki kewajiban memberikan pengetahuannya sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dalam membangun Desa Cibedug," lanjutnya.

Baca Juga: Tujuan Bareskrim Geledah Ponpes Al Zaytun Ternyata Cari Alat Bukti Lain Lengkapi Berkas

Manfaat sosialisasi pemberantasan hoaks ini cukup dirasakan Yana, tokoh pemuda setempat.

“Terima kasih kepada Fisipkom Unida atas kedatangannya yang telah memberikan materi yang menarik. Jadi bertambah ilmu untuk literasi penggunaan media, terutama media digital,” Yana.

Sementara Ketua RT setempat, Beben, mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa.

Baca Juga: Pengamat Nilai Usulan Nama Prof Keri Untuk Jadi Pj Gubernur Jabar Diragukan Netralitasnya

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Unisda kepada masyarakat di Desa Cibedug.

"Kegiatn ini memberikan warga pengetahuan tentang penyebaran dan ciri-ciri hoaks sehingga bisa menjadi langkah antisipasi tidak jadi korban hoaks, atau ikut menyebarkannya," ujar Beben.

Di lokasi yang sama, Maria Fitriah, Dosen Pembimbing Lapang (DPL) KKN Tematik Fisikom Unida menyebut sengaja memilih hoaks sebagai materi bahasan.

Maria menyatakan, partisipasi masyarakat memiliki peran sangat penting dalam upaya pemberantasan hoaks, selain lembaga pendidikan, pemerintah, dan penyelenggara pemilu.

Baca Juga: Polresta Cirebon Ringkus 11 Tersangka Pengedar Narkotika

Hoaks mudah sekali menyebar diantaranya disebabkan belum tingginya literasi dan pola fikir kritis yang belum merata.

Karenanya, dalam kegiatan itu disampaikan sejumlah upaya pemberantasan hoaks yang bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat.

Di antaranya mewaspadai gambar tangkapan layar judul berita atau informasi yang bersifat provokatif.

Baca Juga: Banyak yang Penasaran, Jungkook BTS Akhirnya Jawab Soal Agamanya

"Selalu cek keaslian foto dan video, selalu memeriksa fakta, dan melaporkan berita atau informasi hoaks ke aparat setempat," tutup Maria.***