POJOKSATU.ID - Anggota DPRD Kota Bogor dari fraksi Partai Golkar Desy Yanthi Utami, kini tengah jadi perbincangan publik lantaran kursinya selalu kosong.

Selama 6 bulan terakhir, Desy tercatat absen hingga 12 kali rapat paripurna DPRD Kota Bogor, hingga ada tuduhan dirinya mangkir.

Meski begitu, dalam aturannya Desy tetap akan mendapatkan gaji dan berbagai tunjangan lainnya sebagai anggota DPRD Kota Bogor.

Baca Juga: Bongkar Dinasti Kades di Indramayu dan Pertanyakan Dana Desa Gaib, Wanita Ini Dapat Surat Panggilan

Diketahui, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, tercatat harta kekayaannya mencapai Rp2,6 miliar.

Wanita yang akrab disapa Dea ini memiliki 2 aset properti di Bogor dengan nilai sebesar Rp1,9 miliar.

Kemudian, ada juga 2 unit mobil yang didaftarkan dalam LHKPN tersebut, berupa Corolla Altis dan HRV sebesar Rp640 juta.

Baca Juga: Kemensos Pastikan Penyaluran Bansos Triwulan III Capai Lebih dari 75 Persen, Data Penerima Terus Diperbarui!

Selain itu, ada juga harta bergerak Rp140 juta, kas dan setara kas Rp60 juta, serta surat berharga Rp7 juta.

Dalam LHKPN itu tercatat politisi Golkar ini memiliki utang sebesar Rp199 juta.

Absennya wanita berusia 41 tahun ini secara berturut-turut mendapat sorotan dari Badan Kehormatan DPRD Kota Bogor.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 20.000 Kuota Magang Bergaji UMP Selama 6 Bulan, Anggaran Rp198 Miliar

Selama tak masuk kerja, memang ada surat keterangan sakit yang menurut kabar ia sedang berobat ke luar negeri.

Akan tetapi, beredar di media sosial, video-video yang memperlihatkan ia sedang liburan.

Dalam hal ini, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, telah mengkonfirmasi Desy Yanthi Utami telah absen belasan kali.

Baca Juga: Budaya Literasi dan Pendidikan STEM Jadi Program Kemendikdasmen

Menurutnya, surat keterangan sakit yang membuat pejabat tersebut absen berulang kali berpotensi melanggar kode etik DPRD.

Di sisi lain, fraksi Partai Golkar sudah pasang badan membela anggotanya yang dituduh mangkir.

Dengan tegas mengatakan bahwa anggotanya sedang sakit dan telah ada bukti dari dokumentasi melalui surat keterangan dari dokter.

Baca Juga: Sosok Roni Ardiansyah, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Dicopot Dikenal Sering Bawa Nama Baik Sekolah

Tidak disebutkan dengan jelas sakit yang dideritanya hingga harus absen selama 6 bulan, tapi yang jelas anggotanya sedang menjalani pemulihan.

Sementara itu, pendapatan yang diterima Desy sebagai anggota DPRD Kota Bogor diperkirakan mencapai Rp36 juta sampai Rp45 juta per bulan.***