POJOKSATU.id - Pemain film jadi pejabat, itu sudah biasa. Tapi kalau pejabat main film, memang jadi luar biasa. Begitu yang tergambar dari kejutan produksi film pendek "Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan" (CCBMR) yang saat ini tengah digarap Kota Bogor.

Film pendek CCBMR adalah projek kreatif garapan produksi Komunitas Film Bogor dan RAMUGAD yang melibatkan Ana Ismawati, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor sebagai salah satu pemain.

Saat diajak berakting dalam film pendek CCBMR, ternyata Ana bukan ingin tenar bak artis-artis. Pejabat yang satu ini bersedia menerima tawaran main film karena punya misi menghidupkan film sebagai salah satu Sub Sektor Ekonomi Kreatif.

Dari 17 Bidang Ekraf, sub sektor film termasuk salah satu potensi besar yang dimiliki Kota Bogor dalam mengembangkan potensi pelaku usaha berkearifan lokal.

Baca Juga: The Lord of the Rings: War of the Rohirrim, Spoiler Misi Balas Dendam Sang Penguasa 183 Tahun Lalu, Hitungan Bulan Film Animasi Ini Segera Tayang

"Tentu ini harus kita dukung. Saya support banget dan senang sekali didaulat menjadi salah satu pemeran pendukung di film ini," ungkap Ana kepada pojoksatu.id, Kamis (16/5/2024).

Ana berperan sebagai ibu dari Bulan, salah satu karakter di film pendek CCBMR.

"Bogor memiliki talenta para kreator film yang luar biasa. Kita perlu mendorong agar mereka menghasilkan karya-karya otentik Bogor. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik," katanya.

Besar di Randublatung sebuah kota kecil yang ada di Jawa Tengah, perempuan kelahiran 17 Maret itu kini sudah bertekad menjunjung langit dan membesarkan Kota Bogor sebagai tempatnya berpijak.

Sebagai salah satu pejabat di lingkungan pemerintahan Kota Bogor, Ana melihat komitmen yang sama dengan pemerintah.

Baca Juga: Turun Layar setelah 98 Hari, Ernest Prakasa Beri Sinyal Sekuel Film 'Agak Laen' 2

"Kalau saya mendukung, lebih kepada komitmen pemerintah, selain nanti juga komitmen secara kebijakan, pelaksanaan program dan sebagainya, akan terlihat jika kita mau turun dan mengawal proses produksi dari hulu hingga ke hilir," imbuhnya.

Ujungnya, menurut Ana adalah mendukung RPJP Kota Bogor 2025-2045 sebagai kota sains kreatif, yang maju dan berkesinambungan.

Ana memang selalu berani mengambil tantangan dengan penuh dedikasi.

Saat konsep film Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan dipaparkan oleh Rizky Rifsadin sebagai produsen dari RAMUGAD dan Bani Marhaen dari Komunitas Film Bogor dalam kondisi zero APBD, Ana sadar mereka hanya berangkat dari semangat dan faktanya Ana juga harus mencari peluang sponsor untuk film ini .

Baca Juga: Pelajar Kota Bogor Berkarya, Terlibat Projek Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan, Film Pendek Rasa Layar Lebar, Ada Kejutan Peran dari ASN

"Ya, ini juga tentang sebuah kerja tim, termasuk bagaimana saya harus nurut diarahkan oleh sutradara, membangun kedekatan dengan semua pemeran dan seluruh crew di produksi film ini, asik pokoknya," cerita Ana.

Meski terlahir sebaga anak bungsu dari sebuah keluarga sederhana dari pasangan Yahmo Soehardjo dan Umiyati, karakter Ana yang adaptif membuatnya mudah menyerap budaya lokal.

"Sebetulnya pada dasarnya saya suka dengan berbagai kegiatan seni. Di musik saya suka lagu-lagu genre apa saja, bernyanyi juga sesekali, biar pun suara saya gak bagus-bagus amat, hanya saya tidak bisa bermain satu pun alat musik, kecuali pianika. Karena dulu ketika masih SMP tergabung dalam grup drumband sekolah," tuturnya bercerita.

Ana juga begitu lihai jadi MC, baca puisi dan pernah main teater sekalipun sebatas drama sekolah saja.

"Sebetulnya saya anak yang oleh orang tua dididik untuk lebih banyak belajar akademis. Kesukaan terhadap seni mengalir begitu saja, tidak diasah," ungkap lulusan Univeristas Jayabaya yang pernah ditugaskan sebagai staff saat pertama kali diterima sebagai ASN.

Baca Juga: Sederet Fakta Kasus Vina: Sebelum 7 Hari, Film Anggy Umbara yang Tuai Pro Kontra

Karena nilai yang ditanamkan oleh orangtuanya itu, Ana termasuk sosok yang selalu bersemangat belajar dan menambah ilmu. Ia pun berhasil lulus dalam waktu cepat dan meraih gelar magister di STIAMI.

Berbagai situasi dan kondisi itulah yang menuntut Ana terasah untuk beradaptasi dengan berbagai tantangan baru.

Berkat kemampuan adaptasi dan semngatnya menambah ilmu, mantan Kepala Bidang administrasi di Balai Kota Bogor ini pun selalu siap ketika dipindahkan tugasnya ke RSUD Kota Bogor.

Tantangan itu bahkan terus berlanjut ketika ia dipindahkan ke dinas lainnya, mulai dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hingga kini ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, ia konsisten memperlihatkan fleksibilitasnya dan beradaptasi memimpin dan berkontribusi di berbagai bidang.

Baca Juga: Vina, Pelajar SMA Ini Diduga Korban Kecelakaan Lalulintas, Tapi Polisi Temukan Kejanggalan, 'Vina Sebelum 7 Hari' Kini Sudah Tembus 1 Juta Penonton

Justru saat ia terjun ke dunia perfilman, Ana merasa sebagai tantangan terbesar, karena tuntutan peran dalam film Cerita Cinta Bunga Matahari dan Rembulan, harus mengubah karakter yang sesungguhnya.

"Angin segar saja mengambil peran langsung di produksi film. Selama ini cuma menonton. Saya jadi banyak tahu bagaimana proses membuat film. Tapi yang paling sulit ternyata adalah keluar dari karakter kita, memerankan karakter orang lain," tutur Ana.

Sebagai informasi, beberapa publik figur pemerintahan di Indonesia juga pernah tampil sebagai pemain film.

Baca Juga: Pasca Ramai Fim Vina, Polisi Kembali Menyoroti Kasus Pembunuhan Tersebut : Polda Jabar dan Bareskrim Langsung Turun Tangan

Bahkan tahun 2023 lalu, Bima Arya saat masih menjadi Walikota Bogor pernah berakting bersama aktor papan atas sekelas Vino G. Bastian dalam fim berjudul Drunken Monster.

Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil juga tercatat pernah terlibat dalam dua judul film yakni Dilan 1990 dan Dilan 1991. Ridwan Kamil memerankan sosok kepala sekolah.

Bupati Kabupaten Muna, Rusman Emba juga beradu akting dengan seleb Meriam Bellina dan Kevin Julio di film Jembatan Pensil pada 2017.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak tampil sebagai pemain di film The Santri. Suami Arumi Bachsin ini berperan sebagai ustaz dan guru silat dalam film tersebut.

Tito Karnavian saat masih menjadi Kapolri, juga jadi cameo di film 22 Menit yang mengangkat cerita soal insiden bom bunuh diri di Thamrin pada Januari 2016 lalu.

Ganjar Pranowo juga pernah terlibat dalam sebuah film. Ganjar memerakan sosok polisi di film Sang Prawira pada 2019.

Yusril Ihza Mahendra malah menjadi peran utama dalam film Laksamana Cheng Ho.

Ia bahkan berhasil meraih satu penghargaan dari festival film internasional yang diselenggarakan di Madrid, Spanyol pada 2014 dalam kategori Best Lead Actor in a Foreign Language Film. ***