POJOKSATU.id - Sebanyak 22 Kepala Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor resmi dilantik oleh Wali Kota Dedie A. Rachim di Paseban Sri Bima.

Pelantikan ini dilaksanakan di balai Kota Bogor, Jumat, 7 November 2025.

Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam melengkapi formasi jabatan kepala sekolah di seluruh wilayah Kota Bogor serta memperkuat tata kelola pendidikan dasar.

Baca Juga: Adu Nyali di Kampung Bahari, Polisi dan BNN Dapat Perlawanan Saat Gerebek Markas Sabu

Dalam sambutannya, Dedie Rachim menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak, dan beretika

“Kepala sekolah harus mendorong pembangunan karakter anak-anak kita,” ujarnya.

Dedie juga menegaskan bahwa pendidikan di Kota Bogor harus mampu mencetak generasi cerdas dan berakhlak untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: BKN Gelar Sidang ASN! Peringatkan Soal Tukin, Tak Disiplin Potong 25 Persen!

“Kita ingin anak-anak Bogor menjadi generasi yang berakhlak karimah, saleh dan salihah, pintar, sehat, serta mampu bersaing,” tambahnya.

Meski begitu, Dedie mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah sekolah yang belum memiliki kepala sekolah.

Karena proses pengangkatan harus melalui koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemendikdasmen.

Baca Juga: DPRD Karawang Minta Sinergi TNI-Polri Kawal Keamanan Pesta Laut Ciparagejaya

“Masih ada beberapa yang kosong, karena memang prosesnya sekarang harus ditempuh dengan koordinasi ke BKN dan Kemendikdasmen,” jelasnya.

Dedie berharap dengan terisinya jabatan kepala sekolah, pengelolaan sekolah dan pelaksanaan program pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

“Kalau sudah lengkap, manajemen sekolahnya bisa berjalan dengan baik. Program di bidang pendidikan juga akan terlaksana secara lebih sempurna,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan yang masih menghadapi kekurangan tenaga pengajar. Salah satu solusi yang ditempuh adalah melalui kebijakan merger sekolah.

Menurutnya, merger dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran sekaligus mengatasi jumlah siswa yang minim di beberapa sekolah.

Baca Juga: Kemendikdasmen Imbau Sekolah Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025 Serentak 10 November

“Tantangan kita ke depan masih ada potensi kekurangan guru, makanya program merger masih akan menjadi alternatif untuk menyelesaikan persoalan itu,” pungkas Dedie Rachim.***