POJOKSATU.id - Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, memiliki potensi pariwisata yang terus berkembang dan perlu dioptimalkan lebih lanjut.
Saat ini, ada objek wisata baru yang dapat memantik pengembangan pariwisata di kelurahan tersebut, yaitu hadirnya D’Sawah Resort, Resto & Rekreasi.
Usaha pariwisata ini terus berkembang dengan berbagai fasilitas, termasuk resto, panggung pertunjukan, funride, aquapark, camping ground, dan resort dengan kapasitas daya tampung mencapai 1.000 orang.
Melihat potensi besar tersebut, Disparbud Kota Bogor, pada Selasa (21/05/2024), dipimpin oleh Sekretaris Dinas Ana Ismawati, SIP, MSI, menggelar rakor pengembangan pariwisata berbasis Pentahelix di Kelurahan Situ Gede.
Ana mengatakan, sudah saatnya kolaborasi dan sinergitas Pentahelix dalam pengembangan pariwisata perlu didorong lebih lanjut.
Kelurahan Situ Gede, dengan potensi alamnya dan semakin terbukanya akses, ditambah dengan objek wisata yang dikelola oleh dunia usaha seperti D’Sawah Resort, Resto & Rekreasi, menjadi peluang yang tidak boleh disia-siakan.
Selain itu, di Situ Gede terdapat pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat, Kampung Wisata Situ Gede, yang dikelola oleh Pokdarwis dan akan dioptimalkan melalui penguatan kelembagaan dan tata kelola.
Juga terdapat pesona Situ Panjang yang belum banyak dikenal, padahal memiliki pemandangan alam yang luar biasa.
Saat ini, Situ Panjang masih seperti situ yang "tertidur" dan belum menampakkan pesonanya. Belum lagi peluang lain seperti Hutan Cifor, Penangkaran Rusa, dan ATP IPB Agrowisata yang ada di sini.
Peluang ini harus dijemput dengan kesiapan pengembangan melalui kolaborasi dan sinergitas Pentahelix.
Dalam rakor tersebut, hadir direktur D’Sawah Resort, Resto & Rekreasi, jajaran LPPM Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor, Lurah, Perwakilan Kecamatan Bogor Barat, Ketua LPM, Ketua Pokdarwis Kota dan Kelurahan Situ Gede, Babinsa, dan Babinkamtibmas.
D’Sawah Resort, Resto & Rekreasi menyambut antusias rakor yang digagas oleh Disparbud Kota Bogor untuk menyatukan kekuatan pengembangan pariwisata dan menyatakan siap berkolaborasi serta membangun sinergitas.
Mereka berencana membentuk asosiasi pengusaha Horeka Bogor Barat dan sinergi positif membangun daerah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
LPPM Sekolah Tinggi Pariwisata sepakat mendampingi pengembangan melalui research, meningkatkan kualitas SDM, serta melakukan monitoring dan evaluasi.
Pada kesempatan tersebut juga dibahas efek sosial yang timbul di lingkungan masyarakat seiring terbukanya kawasan untuk kunjungan wisatawan.
Ana mengatakan, penguatan masyarakat sadar wisata yang menciptakan lingkungan Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan) di wilayah Kelurahan Situ Gede mutlak diperlukan, dan di sini peran pemberdayaan masyarakat sangat penting.
Masyarakat melalui LPM dan Pokdarwis, didukung oleh Lurah, Babinsa, dan Babinkamtibmas, siap mendukung dan bergerak bersama untuk menjadikan Kelurahan Situ Gede sebagai kelurahan yang mengandalkan pariwisata untuk menggerakkan kesejahteraan masyarakatnya.
Beberapa hasil dari rakor ini perlu segera ditindaklanjuti oleh Disparbud bersama Kecamatan Bogor Barat dengan rakor lanjutan bersama perangkat daerah terkait untuk perencanaan terintegrasi dan berkelanjutan dalam mengembangkan pariwisata di Kelurahan Situ Gede.***

