POJOKSATU.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Bupati dan Wakil Bupati Bogor meninjau langsung kehidupan warga di wilayah tambang Cigudeg.
Kunjungan itu membuka fakta memprihatinkan tentang nasib para pekerja tambang yang hidup dalam ketidakpastian.
Salah satunya adalah Kamud, warga Cigudeg yang sehari-hari bekerja sebagai langkang bantu atau buruh angkut batu.
Baca Juga: Kesiapan Peserta PPG 2025 Disorot! Tak Cuma Butuh Otak Cerdas, Tapi Mental Baja!
Ia mengaku penghasilannya tidak menentu dan tidak memiliki perlindungan jaminan sosial.
“Sehari kadang dapat Rp50 ribu, kalau tidak ada mobil yang angkut, ya tidak dapat,” tutur Kamud, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 4 November 2025.
Ketika ditanya soal kepemilikan BPJS, Kamud mengaku tidak terdaftar, baik dari perusahaan tempatnya bekerja maupun dari pemerintah.
“BPJS dari perusahaan? Tidak punya. Dari pemerintah juga tidak ada,” jawabnya.
Mendengar hal itu, Dedi menilai bahwa kondisi tersebut menjadi cermin ketimpangan di kawasan tambang Kabupaten Bogor.
Padahal, aktivitas tambang telah lama beroperasi dan menghasilkan keuntungan besar, namun belum berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Lima Tips dan Trik Desain Interior Kekinian, Ciptakan Tampilan Lebih Modern, Dijamin Nyaman!
“Perusahaan-perusahaan tambang sudah lama berdiri di kawasan ini, tapi warga seperti Pak Kamud masih hidup tanpa jaminan dengan penghasilan yang tidak layak,” ujar Dedi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menata ulang aktivitas tambang di wilayah Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg agar lebih adil bagi warga.***

