POJOKSATU.ID - Pelantikan empat Kades Pengganti Antar Waktu (PAW) oleh Bupati Bogor pada Rabu, 19 November 2025 menegaskan keberlanjutan pemdes.

Momentum ini juga menjadi penguat komitmen untuk meningkatkan kepedulian sosial dan kualitas layanan publik di tingkat akar rumput.

Empat kepala desa yang dilantik masing-masing berasal dari kecamatan berbeda.

Baca Juga: Akrab dengan Teknologi, Dekat dengan Agama, Begini Konsep Pendidikan di MAN 2 Garut, Layak Jadi Pilihan

Desa Sukajaya (Kecamatan Tamansari), Desa Citeureup (Kecamatan Citeureup), Desa Tapos II (Kecamatan Tenjolaya), dan Desa Singajaya (Kecamatan Jonggol).

Prosesi berlangsung di Ruang Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Bogor.

Bupati menekankan bahwa jabatan kades bukan sebatas posisi administratif, melainkan amanah besar yang menuntut kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan tidak boleh ada lagi kasus warga kelaparan, rumah tidak layak huni yang luput dari perhatian, atau anak berhenti sekolah karena tidak mampu.

Baca Juga: Highlighter Liquid vs Powder: Mana yang Lebih Glowing?

“Kalau ada warga tidak makan, rumah hampir roboh, anak tidak sekolah, itu bukan tidak bisa bekerja, tapi dianggap tidak ada. Jadilah orang tua bagi masyarakat,” tegasnya.

Bupati Rudy juga menyoroti pentingnya sinergi program nasional dengan pembangunan desa.

Ia meminta para kades bergerak cepat memastikan program seperti Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, MBG, sekolah rakyat, dan berbagai layanan kesejahteraan.

Baca Juga: Thrifting Terancam Punah? Pedagang Senen Bongkar Fakta yang Tak Pernah Diungkap

Selain itu, ia menekankan bahwa kekuatan pembangunan Kabupaten Bogor terletak pada kolaborasi lintas level pemerintahan, mulai dari desa hingga kabupaten.

Desa, menurutnya, adalah fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang kuat dan sejahtera.

“Kabupaten Bogor dibangun dari kekompakan seluruh desa, lurah, camat, OPD, dan masyarakat. Kita harus bergerak bersama,” ujarnya.

Rudy juga mengingatkan bahwa persatuan tetap menjadi kunci utama.

Baca Juga: Seleksi PPG Dinilai Acak Seperti Undian, Guru Tuntut Kemenag Jelaskan Standar Pemanggilan

Ia menolak segala bentuk dualisme organisasi atau konflik yang berpotensi menghambat pembangunan desa.

“Benteng pertahanan terakhir bangsa kita adalah persatuan. Dari Kabupaten Bogor, kita membangun Indonesia,” tutupnya.

Pelantikan dihadiri Wabupati Bogor, Kapolres Bogor, Sekda Kabupaten Bogor, Komandan Subkogartap 0606/Bogor, TNI–Polri, perangkat daerah, Dirut RSUD, serta para camat.***