KABUPATEN BOGOR – Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor masih mencatat 195 desa di 38 kecamatan meminta bantuan air bersih akibat kekeringan. Tapi warga desa Cibanteng Kecamatan Ciampea, malah sumringah.

Warga desa Cibanteng bukan tidak mengalami kesulitan air. Pompa air yang dijadikan sumber kebutuhan sehari-harinya cukup lama tak bisa berfungsi karena mati. Mereka ikut galau karena kekeringan juga melanda daerah di sekitarnya.

Untungnya, sumur warga ini tidak ikut mengalami kekeringan. Hanya pompa air milik warga sudah lama tidak berfungsi. Padahal jika pompa air warga berfungsi, warga desa Cibanteng mungkin saja bisa membantu daerah sekitar yang kekeringan.

Penyaluran air bersih yang dilakukan selama ini, bagi warga desa Cibanteng bukanlah solusi jangka panjang. Melalui sumur warga, proses penampungan air untuk kebutuhan sehari-hari bisa lebih mudah melalui pengadaan pompa air.

Baca Juga: Dampak El Nino, LDII dan DPR Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Kekeringan

Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman, menyatakan bahwa 129.908 KK atau total 447.462 individu di Kabupaten Bogor terkena dampak kekeringan. Warga desa Cibanteng makin galau dan berusaha mencari bantuan.

Doa dan harapan warga yang ada di wilayah RT 001 RW 003 Kp. Cibanteng, Desa Cibanteng Ciampea ini akhirnya terwujud. Jalan rezeki memang tak disangka-sangka.

Cerita sumur yang tidak berfungsi cukup lama itu akhirnya didengar seorang pengusaha muda Sandi Muhammad Ilham. Lelaki yang awalnya dikenal sebagai aktivis dan jurnalis ini memang kerap berjalan-jalan di sekitar wilayahnya dengan bersepeda.

"Ada cerita dari warga karena pompa air sumur milik warga, mati. Kebetulan saya libur dan ada agenda gowes sepeda. Jadi sekalian silaturahmi dengan warga yang sedang syukuran karena rutinitasnya kembali normal,” cerita lelaki yang akrab dipanggil Kang Sandi itu.

Baca Juga: Menilik Bantuan Air Bersih dari Srikandi Ganjar Untuk Warga Terdampak Kekeringan

Sandi bertutur, kebiasaan bersepeda dan silaturahmi dengan warga di sekitarnya itu sudah lama ia lakukan. Jauh sebelum ia kini ditetapkan sebagai calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Partai Hanura.

Ketua RT 01 Hafidz merasa sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan tersebut. Sehingga rutinitas keseharian warga dapat kembali berjalan.

“Alhamdulillah berkat bantuan dan kepedulian Kang Sandi, rutinitas warga hidup kembali. Sumur warga kami juga sekarang sudah dimanfaatkan seperti biasa oleh warga setelah dipasang pompa air yang baru,” ungkap Hafidz.

Bagi Hafidz, bantuan ini sangat berharga saat menghadapi musim kemarau, karena sebagian rumah warga sudah mulai terdampak kekeringan dan kini bisa memanfaatkan pasokan air bersih dari pompa baru yang dipasang di sumur warga.

Baca Juga: Musim Kemarau Berkepanjangan, Ratusan ASN Pemkot Depok Laksanakan Sholat Istisqa

“Kang Sandi yang kami kenal bukan hanya sekedar caleg nomor 2 dari Partai Hanura, ia kerap memberikan solusi jangka panjang bagi warga," tandas Pak Hafidz.

Data BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan, kecamatan yang terdampak kekeringan itu diantaranya Tenjo, Jasinga, Leuwiliang, Cibungbulang, Rumpin, Cigudeg, Sukajaya, Nanggung, Pamijahan, Leuwisadeng, Gunung Sindur, Parung Panjang, Bojong Gede, Kemang, Parung Ciseeng, Ciawi, Cisarua, Tenjolaya, dan sebagian Tamansari.

Selain itu, wilayah yang sebagian mengalami kekeringan itu juga terjadi di Kecamatan Dramaga, Cibungbulang, Rancabungur, Caringin, Ciomas, Cijeruk, Babakan Madang, Cariu, Klapanunggal, Gunung Putri, Cibinong, Sukaraja, Citeureup, Jonggol, Sukamakmur, Tanjungsari, Megamendung, dan Cigombong.

Menyikapi itu, Sandi Muhammad Ilham menghimbau agar dilakukan beberapa upaya preventif dalam penanggulangan bencana kekeringan untuk menghindari krisis air bersih sebagai solusi jangka panjang. Berikut himbauannya.

1. Berhemat Dalam Menggunakan Air

Untuk menghadapi krisis air, Sandi Muhammad Ilham menyebut kita bisa mulai dengan mengurangi penggunaan air dan menghindari pemborosan.

2. Hindari Membuang Sampah di Saluran Air

Memastikan sampah tidak dibuang ke dalam saluran air penting agar air tetap bersih dan kualitasnya tidak menurun. Kebiasaan tidak asal membuang sampah dapat menekan pencemaran air.

Baca Juga: Tips Aman Berkendara Sepeda Motor di Musim Kemarau

3. Melakukan Penanaman Pohon dan Reboisasi

Akar pohon berperan dalam menyerap air di dalam tanah. Dengan meningkatkan jumlah pohon, kita bisa meningkatkan penyimpanan cadangan air.

Oleh karena itu, Sandi Muhammad Ilham mengajak untuk melakukan penanaman pohon atau menghijaukan kembali lahan sebagai salah satu cara untuk mengatasi krisis air.

4. Membuat Resapan Air Hujan

Memanfaatkan air hujan sebagai sumber air tambahan sangat bermanfaat untuk kehidupan kita. Dengan mendirikan resapan atau tempat penampungan air hujan, kita bisa meningkatkan pasokan air bersih dan membantu dalam mengatasi krisis air.

Baca Juga: FKP3 Bogor Raya dan Jabodetabek Bagikan Air Bersih ke Warga Rancabungur dan Parung Bogor

Bagi Sandi, dampak musim kemarau akan kerap terjadi sebagai hukum alam. "Jadi, bukan hanya soal kebijakan sarana dan penyediaan anggaran saja, tetapi perlu kebiasaan sederhana yang dimulai dari warga," ungkapnya.

Sebab itu ia juga mengajak agar warga desa di wilayah RT 001 RW 003 Kp. Cibanteng, Desa Cibanteng Ciampea Bogor bisa menjadi percontohan bagi lingkungan sekitar dengan menghadirkan solusi panjang menghadapi kekeringan dan mengatasi krisis air.

"Saya melihat Kp. Cibanteng memiliki potensi sebagai warga mandiri yang sadar terhadap lingkungan. Mereka memiliki kepedulian dan semangat gotongroyong yang tinggi," tambah Sandi. ***