DPRD Kabupaten Bogor Ragukan Sayaga Wisata Kelola Rest Area Gunung Mas dan Situ Cibinong

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara.

POJOKSATU.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, meragukan Perumda PT. Sayaga Wisata mengelola Rest Area Gunung Mas Puncak dan Situ Cibinong.


Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara merasa sangat tidak yakin Perumda PT Sayaga Wisata bisa mengelola  mengelola dua aset Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkab Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan kinerjanya beberapa tahun belakangan ini ya kamu sangat meragukan,” ujar Sastra, Minggu (22/1).

Keraguan itu datang, antara lain lantaran ketidakmampuan PT Sayaga Wisata dalam menyelesaikan pembangunan Hotel Sayaga. Hingga saat ini, Hotel yang lokasinya di Jalan Tegar Beriman itu belum juga rampung. Padahal, Pemkab telah menggelontorkan anggaran puluhan miliar dan sudah berganti-gantu kontraktor.


Selain itu, juga pengelolaan beberapa objek wisata yang sampai saat ini tidak menunjukan perkembangan. Meski belum juga memberi keuntungan atau deviden bagi Pemkab, perusahaan pelat merah itu kini sedang meminta agar diizinkan mengelola Rest area Gunung Mas dan Situ Cibinong.

Sastra mengatakan, Komisi II akan memanggil PT Sayaga Wisata untuk memastikan kemampuan mereka dalam mengelola dua potensi PAD itu.

“Makanya kita minta klarifikasi dulu ke mereka, kira-kira mereka bisa ga mengelola rest area Gunung Mas dan sama setu Cibinong. Jangan sampai diberi pengelolaan ke mereka tapi mereka belum siap,” kata Sastra.

Ia menyebut, pemanggilan itu akan dilakukan pekan depan, sebelum PT Sayaga Wisata menjalani dua amanah itu.

“Dalam waktu dekat kita akan panggil, mungkin kita panggil minggu depan,” ujar Sastra.

Pemanggilan itu, kata Sastra, sekaligus membahas secara detail permasalahan apa yang dialami oleh PT Sayaga Wisata hingga Hotel Sayaga tidak kunjung beroperasi.

“Janji mereka, akhir tahun kemarin, tapi masih belum sampai saat ini. Kita akan tanyakan apa masalahnya, jangan sampai nanti uang pemerintah udah di taro disitu tapi ga selesai-selesai yang rugi kita,” Cetus Sastra. (*/ADV)