HMI Universitas Pakuan Bogor Gelar Aksi Tolak RKUHP, Banyak Pasal Karetnya

HMI Universitas Pakuan Bogor melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Negeri Kota Bogor Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada, Kamis (08/12/2022).

POJOKSATU.id, BOGOR – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Universitas Pakuan Bogor melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Negeri Kota Bogor Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada, Kamis (08/12/2022).


Dalam unjuk rasanya, HMI Universitas Pakuan Bogor ini menuntut agar Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibatalkan.

Selain itu, HMI Universitas Pakuan Bogor mendesak Presiden Jokowi untuk mendengarkan suara rakyat dan membuka mata dan telinga terkait permasalah Undang Undang KUHP yang baru.

BACA JUGA : Jalan Jembatan Satu Sukaresmi Bogor Longsor, Kendaraan Roda Empat Tidak Bisa Melintas


“Hari ini KHUP baru yang disahkan oleh DPR RI masih terdapat pasal pasal yang dapat menimbulkan problematika di masyarakat, seperti pasal 218, 219, 240, 241 yang secara jelas melindungi sekelompok penguasa dari kritik,” kata koordinator aksi unjuk rasa, Dean Disan Damara.

Tak hanya itu, lanjut Dean, HMI Universitas Pakuan Bogor menilai masih banyak pasal “karet” yang memiliki multi tafsir sehingga memberikan ruang kepada para penegak hukum untuk mengkriminalisasi rakyat.

“Alih–alih mengganti Undang Undang Kolonial tetapi pada substansi nya justru menjadi bagian produk penguasa yang mengadopsi kolonialisme modern,” ucap Dean.

BACA JUGA : Kebangetan! 4 Pelajar Tawuran di Bogor Pakai Air Keras dan Senjata Tajam untuk Bantai Lawannya

Menurut Dean KUHP yang baru, dalam kerangka pembaharuan hukum sebagai hukum nasional menggantikan KUHP yang lama yang merupakan Undang Undang warisan Kolonial.

“Undang Undang KUHP yang baru diharapkan menjadi hukum yang lebih menghargai Hak Asasi Manusia dan mengedepankan kepentingan publik,” tutup koordinatos massa HMI Universitas Pakuan Bogor itu.

(Adi Wirman)