Kasus Perdagangan Orang di Bogor Berkaitan dengan Konsorsium 303 Ferdy Sambo? Polres Bogor Ungkap Hal Ini

Ferdy Sambo. IST

POJOKSATU.id, BOGOR – Praktik dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau perdagangan orang di Bogor bermodus jasa TKW ke Malaysia di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, berhasil digagalkan Polres Bogor.


Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi Sigiro mengungkapkan, kasus perdagangan orang di Bogor ini terbongkar saat ada empat perempuan yang melihat unggahan pada sebuah grup di media sosial Facebook menawarkan jasa TKW ke Malaysia.

Kata dia, dalam akun perdagangan orang di Bogor tersebut disebutkan bahwa yang berminat menajdi TKW akan mendapatkan gaji 1.500 Ringgit atau sekitar Rp5,5 juta per bulan. Tertarik, mereka kemudia menghubungi nomor kontak yang tertera berinisial A dan D.

BACA JUGA : Terbongkar Praktik Perdagangan Orang di Bogor, Ada Grup Facebook Tawarkan Jasa TKW Malaysia


“Mereka kemudian diarahkan untuk bertemu dengan terlapor, L di sebuah perumahan di wilayah Parungpanjang. Para korban kemudian ditampung di rumah L selama kurang lebih dua minggu,” kata lelaki yang akrab disapa Giro, Selasa (6/12).

Ketika disinggung keterkaitan antara perdagangan orang di Bogor dengan misteri di balik Konsorsium 303 Ferdy Sambo juga belum terpecahkan, Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi Sigiro menepis isu keterikatan jaringan tersebut.

“Enggak ada kaitan dengan Konsorsium 303, jadi perdagangan orang di Bogor murni kriminal yang di Parung Panjang mah,” jelas dia.

BACA JUGA : Konsorsium 303 Diduga Ada Kaitannya dengan Kasus Perdagangan Orang di Kamboja, Ini Fakta-faktanya

Kasus konsorsimu 303 itu menjadi sorotan publik usai kasus pembunuhan Brigadir Joshua terbongkar.

Kini dugaan kejahatan Konsorsium 303 kembali dikait-kaitkan kepada kasus perdagangan orang ke luar negeri.

Dugaan kasus perdagangan anak ini mencuat usai Migrant Care blak-blakan adanya dugaan keterlibatan Konsorsium 303 dengan kasus tindak pidana perdagangan orang di Kamboja.

BACA JUGA : 9 TKW Irak Dipenjara, Diduga Korban Perdagangan Orang

Pasalnya dalam laporan yang diterima Migrant Care ada dugaan korban yang awalnya diiming-iming dengan pekerjaan yang menjanjikan di luar negeri, namun sesampainya di sana, para korban ini dipaksa untuk menjadi operator judi online dan investasi bodong.

“Kami melakukan pemeriksan kepada korban dan terlapor dan penggeledahan terhadap rumah yang ada di Parung Panjang serta Cigudeg,” katanya.

Giro menegaskan, pelaku perdagangan orang di Bogor sudah ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya, dia dijerat dengan Pasal 10 Jo Pasal 4 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 81 Jo Pasal 69 dan atau Pasal 83 Jo Pasal 68 UU RI No18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. “Melaksanakan gelar perkara penetapan tersangka dan penahanan terhadap tersangka,” tegas Giro.

(Rishad Noviansyah/Pojokbogor)