Begini Sistem Distribusi dan Pendaftaran STB Gratis Bagi Masyarakat Miskin

Direktur Penyiaran dari Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Geryantika Kurnia.

POJOKSATU.id, Bogor – Sejumlah masyarakat mengeluhkan belum dapatanya set top box (STB) gratis yang didistribusikan oleh pemerintah maupun dari swasta khususnya untuk masyarakat miskin. Di Kota Bogor sendiri hanya 21.000 ribu STB yang telah didistribusikan.


Direktur Penyiaran dari Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Geryantika Kurnia menjelaskan, total pendistribusian STB sendiri dilakukan oleh pihak swasta dan pemerintah kepada masyarakat miskin. Untuk yang pemerintah STB yang disalurkan sebanyak 1,2 Juta STB dan swasta 4,3 juta STB

“Kalau sistem penyalurannya ada dua cara, yang pertama door to door ke rumah kerjasama dengan pemda, kelurahan dan kepala dinas,” kata Geryantika kepada Pojoksatu.id, saat ditemui di Hotel Bogor Icon belum lama ini.

Baca Juga : DPR dan Kominfo Sepakat untuk Percepat Pendistribusian STB dari Swasta


Sementara untuk pendaftaran STB sendiri, lanjut Geryantika, masyarakat hanya memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nanti akan muncul di data Pensasaran, Percepatan, Penghapusan, Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“itu nanti divalidasi oleh RT, RW lurah ditanda tangani oleh Kepala Daerah, supaya tidak ada kesalahan, nah setelah itu masuk lah di kemendagri, dan langsung ke Kominfo,” ucap Geryantika.

Geryantika Kurnia mengatakan, dari rapat bersama ini diutarakan secara nasional penyaluran STB yang dilakukan oleh swasta sangat kecil yaitu berkisar 5,3 persen. Sedangkan dari Pemerintah pendistribusian telah mencapai 100 persen.

“Jadi STB gratis buat masyarakat miskin ini jumlah totalnya 5,6 juta,” katanya kepada wartawan.

Baca Juga : Tambah Dua Koridor Pemkot Kini Mulai Godok Tarif BisKita Bogor yang Baru

Menurut Geryantika, total 5,6 juta ini berasal dari swasta yang memenangkan seleksi atau evaluasi infrastruktur digital.

“Nah dari komitmen ya, dari grup scm, indosiar dan sctv, komitmen ya sekitar 1,2 juta STB untuk keluarga miskin. Yang kedua, dari MNC grup, RCTI, dan global tv itu sekitar 1,1 juta STB. Kemudian grup metro, sekitar 700 ribu stb, kemudian grup trans itu 600 ribu STB. Kemudian RTV, 500 STB, Viva, 150 ribu STB,” ucap Geryantika

“Nah tadi dari hasil evaluasi hanya 5,3 persen dari swasta. Sedangkan sisanya. Kan tadi 5,6 total swasata itu 4,3 juta stb. Berarti ada 1, 3 juta yang kurang nah itu baru pemerintah,” tandasnya. (Adi Wirman/Pojoksatu)