Tak Masuk Seleksi Dewas Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, David Rizar Bakal Bawa-bawa PTUN

David Rizar Nugroho

POJOKSATU.id, BOGOR – David Rizar Nugroho, salah satu peserta seleksi Dewas Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, berencana membawa masalah penggugurannya dalam proses seleksi adminitrasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).


David merasa tidak puas dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, yang membenarkan seluruh tahapan seleksi Dewas Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor telah sesuai dengan prosedur, usai mendengar keterangan dari tim seleksi pada Kamis (1/12).

“Kenapa Komisi II tidak memanggil saya dulu. Harusnya mendengar keterangan dari dua belah pihak. Saya akan bawa masalah seleksi Dewas Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor ini ke PTUN. Biar diuji di sana,” kata David.

BACA JUGA : Tak Lolos Jadi Dewas Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, David Rizar Nugroho Tuding Panitia Seleksi Lakukan Penjegalan


Diketahui, David merupakan salah satu peserta seleksi yang digugurkan lantaran tidak melampirkan visi dan misi untuk memajukan Perumda Tirta Kahuripan. Menurut David, makalah yang disampaikannya telah mengandung visi misi yang dimaksud.

“Makalah yang saya sampaikan itu sudah mengandung visi misi untuk memajukan Perumda Tirta Kahuripan. Nantinya, saja akan sampaikan visi misi itu dalam uji kompetensi. Tapi kenapa saya malah digugurkan saat masih tahap seleksi administrasi,” kata David.

Menurutnya, makalah yang disampaikanya tidak tepat jika diuji dalam tahap seleksi administrasi. David berpendapat bahwa makalah tersebut baru dapat diuji ketika tahapan seleksi uji kompetensi.

BACA JUGA : Tambah Dua Koridor Pemkot Kini Mulai Godok Tarif BisKita Bogor yang Baru

“Ya maka itu saya bilang tadi, saya akan jelaskan visi misi saya untuk memajukan Perumda Tirta Kahuripan itu saat uji kompetensi. Rencana saya, Senin pekan depan akan melaporkan ini ke PTUN, biar kita uji sama-sama,” kata David.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar Rasyid mengungkapkan, setelah mendengar keterangan dari tim seleksi Dewas Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Pihaknya menyimpulkan bahwa seluruh tahapan penerimaan Dewas Perumda Tirta Kahuripan telah sesuai prosedur.

“Kemarin kita minta klarifikasi terkait aduan dari beberapa calon yang merasa tidak puas. Kita hadirkan tim seleksi. Apa yang disampaikan itu, mereka menyebutkan bahwa proses perekrutan ditempuh dengan baik menurut kami pun sesuai prosedur,” kata Lukman.

BACA JUGA : Berkomitmen Majukan Pesantren dan Desa, Ratusan Santri di Jawa Tengah Suarakan ‘Ganjar Presiden 2024’

Lata Lukman, berdasarkan keterangan tim seleksi, penyantuman visi misi untuk memajukan Perumda Tirta Kahuripan dalam makalah, merupakan syarat mutlak dalam proses seleksi.

Diketahui, dari lima calon yang mendaftar dua di antaranya dinyatakan gugur dalam tahapan seleksi administrasi. Satu calon gugur lantaran belum melegalisir ijazah dan satu lagi tidak mencantumkan visi misi dalam makalahnya.

“Ketika pansel sudah mensyaratkan dari awal, apalagi sudah dipublish di media massa sebagai prasyarat administrasi, maka menurut kami, sudah sesuai dengan mekanisme. Karena sudah dicantumkan di pengumuman dan disampaikan di 7 media massa selain di web-web milik pemda Kabupaten Bogor,” paparnya.

Meski begitu, terkait aduan yang disampaikan salah satu calon merupakan hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Pihaknya juga tidak melihat adanya keberpihakan pansel terhadap salah satu calon.

“Kita melihat panitia seleksi Dewas Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sudah melakukan sesuai prosuder, ini bukan persoalan si A dengan si B, kami melihat secara objektif,” katanya.

(Rishad Noviansyah/Pojokbogor)