Sudah Tiga Kali Amblas Pengguna Jalan yang Mau Melintas di Jembatan Cikereteg Bogor Diminta Waspada

Kondisi Jembatan Cikereteg Bogor yang berada di Jalan raya H.E Sukma, Caringin, Kabupaten Bogor. Foto/IST

POJOKSATU.id, BOGOR – Jembatan Cikereteg Bogor yang berada di Jalan raya H.E Sukma penghubung Bogor Sukabumi mengalami ambles di titik jembatan Cikereteg, Caringin, Kabupaten Bogor.


Amblesnya Jembatan Cikereteg Bogor yang dimilik Provinsi Jawa Barat itu, merupakan kali ketiga sejak 2014. Dampaknya, jalur yang biasa dilalui kendaraan industri itu kini sering macet.

“Itu padahal belum lama, sejak longsor 2014. Ada sekitar dua tahun ke belakang Jembatan Cikereteg Bogor itu di bangun dan diperlebar,” ucap Seftian Nugraha, warga setempat.

BACA JUGA : Siap-siap Pemkot Bakal Konversi Angkot di Bogor yang Pakai BBM Diganti dengan Listrik


Seftian menuturkan dulu di jembatan Cikereteg banyak pedagang kaki lima yang membuka lapak di sana.

Namun, saat amblas dan longsor sebelumnya, tidak ada lagi pedagang di sana.

Pemerintah pun memutuskan untuk memperlebar jalan dan membangun jembatan itu.

BACA JUGA : Gegara Ngantuk Lalu Menepi di Tol Jagorawi Sopir Truk Pengangkut Minyak Goreng Terkejut Barang Bawaannya Tiba-tiba Musnah

Seftian bercerita sebelum jalan itu diperlebar, ia dan keluarganya merupakan salah satu pedagang yang mengisi kios di sana sejak 1990-an.

Waktu kejadian Jembatan Cikereteg Bogor yang amblas sebelumnya, Seftian menyebut ia dan keluarga berada di dalam warung dan melihat lantai mereka retak menganga.

Dia beruntung tidak ada kerugian materil atau korban saat Jembatan Cikereteg Bogor amblas pertama kali. Takut kejadian itu terulang, Seftian menjual lapaknya ke orang lain.

BACA JUGA : Update Terbaru Erupsi Gunung Semeru, 1.979 Jiwa Mengungsi di 11 Lokasi

“Eh, benar saja, tidak lama dihuni oleh pedagang lain itu longsor dan beberapa bangunan jatuh ke bawah. Untungnya lagi kosong dan tidak ada korban jiwa. Setelah itu diperbaiki 2018 atau 2019, pokoknya belum lama ini. Eh, sekarang ambles lagi dan kondisinya sekarang jauh lebih berbahaya karena lahan di bawah jalan udah kosong,” ucap Seftian.

Saat ditanya apa yang menjadi penyebab amblesnya jalan itu, Seftian bercerita bahwa di bawahnya terdapat gorong-gorong saluran air Cibolang yang mengalir ke Cisadane. Menurut dia, gorong-gorong itu dibangun pada zaman kolonial Belanda sekitar abad ke 18.

Dengan berjalannya waktu, gorong-gorong atau drainase Cibolang itu tertutup oleh beberapa bangunan yang ada saat ini. “Makanya tempat ini dulu dinamainya Gonggo Burung, atau gorong-gorong air yang sudah mati,” ujar dia,

Meski gorong-gorong itu disebut sudah mati, sepengetahuan Seftian masih ada air Cibolang yang mengalir ke Cisadane melalui jembatan itu meski debitnya kecil. “Saya menduga itu menjadi penyebabnya,” katanya.

Sebab membahayakan pengemudi, Satuan Lalu Lintas atau Satlantas Polres Bogor memberlakukan buka tutup jalan untuk menghindari adanya hal yang tidak diinginkan. Bahkan pemberlakuan buka tutup jalan itu dipimpin langsung Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dengan memasang Police line dan Road Water Barrier.

Kapolres Bogor menghimbau kendaraan hati-hati saat melintasi Jembatan Cikereteg Bogor, lalu untuk kendaraan besar dan atau menuju langsung Sukabumi disarankan untuk melintasi jalur tol Bocimi. (Ipe)