Nyaris Mau Sebulan Jadi Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat Langsung Gercep

Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, saat audiensi berlanjut dengan pihak DPRD Kota Bogor, Rabu (30/11). IST

POJOKSATU.id, BOGOR – Sejak terpilih di Musda BMPS VIII, Sabtu (5/11) Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengajak “berlari” semua jajaran pengurusnya untuk sungguh-sungguh menjalankan amanat Musda.


Langkah pertama Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, mengingatkan seluruh pengurus untuk menandatangani fakta integritas kesanggupan menjadi pengurus masa bakti 2022-2027 di Gedung YPLP PGRI, Jalan Merdeka, Kota Bogor.

Selanjutnya, Kamis (24/11) dilanjutkan Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat audiensi dengan pihak eksekutif yaitu dengan Wakil Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan di Sri Paseban Bima Balaikota Bogor.

BACA JUGA : Pesan Dani Ramdan kepada ASN Kabupaten Bekasi


Dalam kesempatan itu, Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyampaikan, terima kasih atas bantuan Pemkot dengan memberikan bantuan BOSDA dan BSM bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta.

Ade berharap, selain sifatnya bantuan dana juga menyampaikan agar Pemkot beserta jajaran pemerintahan khususnya di bidang pendidikan untuk benar-benar melahirkan kebijakan yang tidak mendikotomi pendidikan yang diselenggarakan negeri maupun swasta.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto (kiri) bersama Ade Sarip Hidayat.

BACA JUGA : Bank bjb Raih Banking Award dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 2022

Terutama, dalam PPDB yaitu transparan dalam hal kuota penerimaan siswa baru.

Selain itu, kata Ade, mengkaji ulang pendirian Unit Sekolah Baru (USB) karena secara pemetaan sudah sangat memadai.

“Moratorium terbatas untuk pendirian sekolah swasta baru, agar tidak mematikan sekolah swasta yang sudah ada,” jelas Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat itu.

BACA JUGA : Kota Bekasi Gunakan Formulasi Permenaker Nomor 18 2022 untuk Rumuskan UMK 2023

Lebih lanjut ia mengatakan, mengoptimalkan sekolah swasta untuk menjadi katup pengaman bagi siswa siswa tidak mampu dengan bantuan khusus dari Pemkot dan jajaran legislatif.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan, apresiasi terhadap sekolah swasta, apalagi dirinya sejak TK hingga SMA bersekolah di lembaga swasta.

Dedie menyadari, keterbatasan dana yang dikelola Pemkot, khususnya di bidang pendidikan.

Dedie berjanji, beserta jajaran Disdik untuk mengkaji berbagai kebijakan di bidang pendidikan agar tidak saling merugikan antar berbagai pihak.

Audiensi berlanjut dengan pihak DPRD Kota Bogor, Rabu (30/11).

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto yang menerima langsung jajaran pengurus BMPS.

Harapan yang sama seperti pada Pemkot, BMPS berharap pihak DPRD menjadi bagian yang mengedukasi masyarakat, jangan sampai anggota dewan menjadi bagian dari orang yang menitipkan anak-anak ke sekolah negeri.

Jangan sampai, melanggar ketentuan dasar yang telah digariskan dalam Standar Nasional Pendidikan, misal 32 siswa tiap kelas. Kalau dasarnya animo, semua juga ingin sekolah ke negeri. Namun bagaimana mewujudkan sekolah tanpa dikotomi.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto sangat gembira didatangi para penyelenggara sekolah swasta di Kota Bogor.

Atang berjanji, akan menyampaikan aspirasi tersebut ke para anggota dewan lainnya.

Atang meminta agar Ketua BMPS Kota Bogor Ade Sarip Hidayat tak ragu untuk datang ke DPRD dan mengadukan hal-hal terkait kebijakan yang kurang akomodatif terhadap kepentingan masyarakat. (*)