Heboh Pelecehan Seksual Bos Wedding Organizer di Bogor, Korban Mau Lawan Tapi Tenaga Lelakinya Terlalu Kuat

Ilustrasi pelecehan seksual. IST

POJOKSATU.id, BOGOR – Kasus dugaan pelecehan seksual bos wedding organizer di Bogor berinisial G yang dilakukan kepada bawahannya berinisal S sudah masuk ke telinga aparat kepolisian.


Jajaran Satreskrim Polresta Bogor Kota pun mengaku tengah mendalami kasus dugaan pelecehan seksual bos wedding organizer di Bogor yang sudah kadung viral di media sosial (medsos).

“Informasi dugaan pelecehan seksual bos wedding organizer di Bogor akan kami cek, namun sementara belum ada laporan masuk terkait itu,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Rizka Fadhila kepada wartawan, Rabu 30 November 2022.

BACA JUGA : Remaja 12 Tahun Jadi Korban Tawuran di Jalan Raya Serang-Cibarusah


Sebelumnya, bos wedding organizer diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap bawahannya viral di media sosial. Kasus ini sendiri dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kronologis yang dihimpun, korban diketahui berinisial S sedangkan terduga pelaku yang merupakan bos weeding organizer itu berinisial G.

Adapun, kejadian ini bermula pada Sabtu 26 November 2022 kemarin. Di mana, mulanya korban yang merupakan pegawai freelance wedding organizer ini bersama ketiga rekannya tengah mengikuti event yang diselenggarakan di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor.

BACA JUGA : Resmi Bercerai dari Kim Kardashian, Kanye West Diwajikan Bayar Tunjangan Anak Rp3,1 Miliar per Bulan

Adapun, wedding organizer yang mempekerjakannya di event yang berlangsung di Sentul itu berbeda dengan wedding organizer milik terduga pelaku.

Kemudian, di hari yang bersamaan, G ini mengontak dan mengajak korban untuk bekerja menjadi Liaison Officer Master of Ceremony (LO-MC) di event yang dipegang weeding organizer milik terduga pelaku.

Akhirnya, atas nama profesionalitas, korban pun mengiyakan tawaran terduga pelaku tersebut.

BACA JUGA : Live Streaming Piala Dunia 2022 Yalla Shoot TV, 6 Kelebihan dan Link Lengkap

Selanjutnya, korban ini diminta terduga pelaku untuk datang ke kostan yang merupakan basecamp dari timnya sendiri, yang ada di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor sekitar pukul 06:30 WIB, dengan alasan ingin melakukan briefing untuk event yang akan dilaksanakan.

Akan tetapi, sesampainya di kostan tersebut, korban mengalami pelecehan seksual yang dilakukan terduga pelaku. Korban pun sempat melawan, namun karena tenaga pelaku lebih kuat, hingga dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

Setelah kejadian itu, korban masih melakukan pekerjaannya secara profesional menjadi LO-MC yang berlangsung di Bogor Icon sekitar pukul 11:30-16:00 WIB.

Namun, setelah pekerjaannya selesai, barulah korban menceritakan kejadian tersebut kepada rekannya berinisial TB, yang merupakan orang yang membagikan cerita kejadian pelecehan seksual bos wedding organizer di Bogor tersebut di media sosial.

“Jadi setelah saya selesai event di Sentul, saya menjemput korban setelah dia beres event. Sepanjang jalan dan sampai malam, korban hanya menangis dan tidak berani untuk speak up (bicara) ke siapapun. Sampai akhirnya korban berani cerita dan saya antarkan pulang kerumahnya,” kata TB saat dihubungi, Rabu 30 November.

“Dan kondisinya korban sendiri masih ada trauma, terakhir kabarnya dia masih ada di rumah,” sambung dia.

Sementara, dilanjutkan TB, untuk pelecehan seksual bos wedding organizer di Bogor ini sudah ditangani pihak keluarga korban.

Dan terduga pelaku pun sudah dipanggil dan mengakui perbuatannya saat diminta datang ke kediaman korban pada Selasa 29 November 2022.

“Kalau kemarin sudah sampai di keluarga, dan keluarga sudah tahu semua, akhirnya pelaku diminta datang ke rumah setelah itu dikonfirmasi dan pelaku mengakui perbuatannya,” ungkap dia.

Tapi setelah itu belum ada konfirmasi lanjut lagi dari keluarga terkait langkah ke depan soal pelecehan seksual bos wedding organizer di Bogor ini.

“Terakhir pas pelaku datang ke rumah keluarganya, saya kebetulan ada disitu, karena saya salah satu orang yang di fitnah sama pelaku (disangka yang melakukan pelecehan seksual),” tandasnya.

(Adi Wirman)