Bulan Peduli Kanker Payudara Kota Bogor

Kadinkes Kota Bogor, Dr Sri Nowo Retno, MARS. (Ist)

POJOKSATU.id, Bogor – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, jumlah penderita kanker tahun 2021 di Kota Bogor sebanyak 821 orang dan seluruhnya sudah mendapatkan pelayanan pengobatan.


Dari jumlah tersebut, jumlah penderita kanker terbanyak adalah Kanker Payudara sebanyak 367 orang, dengan kematian sebanyak 39 orang, diikuti oleh Kanker Leher Rahim dan Ovarium sebanyak 71 orang dengan kematian sebanyak 14 orang.

Dalam upaya menekan angka penderita Kanker payudara itu pun Dinkes Kota Bogor melakukan sejumlah upaya yang antara lain :

• Meningkatkan deteksi dini Kanker Payudara dengan pemeriksaan Sadanis (Periksa Payudara secara Klinis) dan deteksi dini Kanker Leher Rahim dengan pemeriksaan IVA ( Inspeksi Visual Asam Asetat), seluruh Puskesmas di Kota Bogor mampu melaksanakan deteksi dini Kanker Payudara maupun Kanker Leher Rahim.


Akselerasi cakupan deteksi dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim melalui kegiatan massal seperti Bulan Peduli Kanker Payudara dan Bulan Deteksi PTM secara serentak di seluruh Kelurahan di Kota Bogor.

• Meningkatkan kualitas hidup penderita Kanker, sesuai komitmen luhur Kota Bogor sebagai Kota Peduli Kanker dan Paliatif sejak tahun 2016, dengan terbitnya Perwali No. 440.45-284 perihal Tim Paliatif Kota Bogor.

Tim Paliatif lintas pihak dan lintas sektor di wilayah yang terdiri dari tim medis Puskesmas, unsur Kelurahan, peksos masyarakat, dan kader PKK secara bersamaan melakukan kunjungan rumah kepada pasien Kanker terutama yang berada pada kondisi terminal, guna meringankan beban pasien maupun keluarganya, agar dapat hidup lebih nyaman dan memiliki kualitas hidup yang baik dan jika akhirnya tidak dapat bertahan hidup, pasien dapat mengakhiri hidupnya dengan bermartabat.

• Menurunkan angka kematian akibat Kanker, dengan penanganan Kanker secara dini dianggap penting dalam upaya mengantisipasi angka kematian yang tinggi, karena hal ini berhubungan dengan kondisi mayoritas penderita kanker yang baru terdeteksi saat sudah berada pada stadium lanjut.

Jika pasien terdeteksi lebih awal, maka prognosa kesembuhan pasien menjadi lebih baik.

Selain itu, Dinkes Kota Bogor juga berupaya menurunkan angka penderita kanker payudara maupun kanker leher rahim adalah melalui kegiatan deteksi dini Sadanis dan IVA, dengan target di tahun 2022 adalah 45% dari Wanita Usia Subur (30-50 thn).

Dalam upaya menurunkan angka penderita kanker payudara tersebut pun Dinkes kota bogor telah melakukan sejumlah program yaitu :

• Penyebarluasan media KIE maupun sosialisasi dan publikasi terkait pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim kepada masyarakat melalui media cetak, media social, talkshow, serta radio setempat.

• Melakukan Gerakan pemeriksaan Kanker payudara dan Kanker Leher Rahim secara massal dan serentak di seluruh Puskesmas Kota Bogor, melalui Kegiatan Bulan Peduli Kanker Payudara pada tanggal 10 Oktober s/d 10 November 2022 maupun Bulan Deteksi PTM pada tanggal 15 Juni s/d 15 Juli 2022.

• Melakukan pemantauan wilayah oleh Kader PKK Kelurahan setempat untuk memastikan seluruh Wanita Usia Subur (30-50 tahun) telah mendapat layanan deteksi Sadanis dan IVA.

• Melakukan pendampingan oleh Kader PKK Kelurahan, bagi penderita Sadanis atau IVA positif, untuk memastikan bahwa pasien melakukan pengobatan lanjutan di Puskesmas maupun di RS dengan tetap menjaga kerahasiaan medis penderita.

Melihat data sebelumnya, jumlah penderita Kanker payudara di Kota Bogor tahun 2019 sebanyak 246 orang, dengan kematian sebanyak 17 orang, di tahun 2020 sebanyak 351 orang, dengan kematian sebanyak 35 orang, dan di tahun 2021 sebanyak 367 orang, dengan kematian sebanyak 39 orang.

Sedangkan jumlah penderita Kanker leher rahim di Kota Bogor tahun 2019 sebanyak 59 orang, dengan kematian sebanyak 8 orang, dan tahun 2020 sebanyak 67 orang, dengan kematian sebanyak 14 orang, dan tahun 2021 sebanyak 72 orang, dengan kematian sebanyak 15 orang.

Pada Bulan Kanker Payudara di Kota Bogor tahun 2022 ini, target deteksi dini sadanis dan IVA adalah sebesar 50 orang per Kelurahan, dengan total sebanyak 3.400 orang.

Dan pada akhir kegiatan total capaian deteksi dini Sadanis sebanyak 5.751 orang, dengan deteksi Sadanis positif sebanyak 87 orang. Capaian deteksi dini IVA sebanyak 5.088 orang, dengan deteksi positif IVA sebanyak 30 orang.

Seluruh Kelurahan sebanyak 68 kelurahan berperan aktif dalam penggerakan sasaran kegiatan deteksi Sadanis dan IVA.

Kelurahan dengan capaian IVA dan Sadanis 5 kelurahan terbanyak selama Bulan Peduli Kanker Payudara adalah Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah, Kelurahan Batu Tulis Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Bubulak Kecamatan Bogor Barat, Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat, dan Kelurahan Tanah Sareal.

Dalam menjalankan program penanganan atau deteksi dini kanker payudara itu pun Dinkes Kota Bogor menjumpai sejumlah kendala di antaranya:

 Kondisi Pandemik Covid-19 selama tiga tahun ini mengharuskan masyarakat untuk mengurangi mobilitas, sehingga berdampak kepada turunnya capaian deteksi dini terhadap penyakit tidak menular, seperti kegiatan Deteksi Dini Faktor Risiko PTM dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara.

 Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini pencegahan kanker leher Rahim dan kanker payudara.

 Kondisi RS yang selalu penuh sehingga pasien suspek Kanker yang ditemui harus mengantri lama untuk mendapatkan pengobatan.

Adapun himbauan serta harapan Dinkes Kota Bogor terkait penanganan kasus kanker payudara di Kota Bogor yakni:

• Adanya koordinasi lintas program, lintas sektor, maupun jejaring lainnya untuk mendukung pelaksanaan deteksi dini kanker payudara maupun kanker leher rahim.

• Adanya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan kegiatan deteksi dini kanker payudara maupun kanker leher rahim secara rutin khususnya bagi Wanita Usia Subur (30-50 tahun) minimal 1 tahun sekali.

• Pelaksanaan kegiatan IVA-CBE secara massal kenyataannya lebih diminati oleh masyarakat, sehingga peserta dapat lebih saling memotivasi antar sesama.

• Menganggarkan kebutuhan Bahan Habis Pakai (BHP) dan kegiatan IVA Test melalui APBD 2023.

• Perlunya dibentuk pendampingan bagi penderita IVA positif untuk memastikan pengobatan lanjutan di Puskesmas dan RS dengan tetap menjaga kerahasiaan medis penderita.

• Perlunya sosialisasi pengenalan organ reproduksi yang bersifat kontinuitas bagi golongan usia sejak dini.

• Perlunya inovasi program guna perolehan dukungan dari suami-suami yang memiliki kesadaran pentingnya deteksi IVA-CBE bagi pasangannya.

• Perlunya petugas penginput data di Puskesmas untuk memastikan pencatatan yang akurat.

• Perlunya refreshing ilmu dan pelatihan IVA-CBE bagi tenaga Kesehatan baik di Puskesmas maupun di Klinik Bidan swasta di Kota Bogor guna meningkatkan jangkauan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim. (adv/pojoksatu)