Lomba Lari Highlands Half Marathon Kembali Digelar dengan Total Hadiah Rp 200 Juta

Lomba Lari Highlands Half Marathon.

POJOKSATU.id, Bogor – Lomba lari massal jalan raya telah kembali ramai digelar di mana-mana. Salah satu lomba lari yang dinanti adalah Highlands Half Marathon di Kawasan Sentul City.


Lomba lari ini telah terlebih dahulu dieksekusi pada 29 September 2019 lalu dan tertahan tidak terlaksana dua tahun karena pandemi melanda.

Manajemen Kawasan Sentul City dan Taman Budaya selaku inisiator kegiatan ini mengambil kebijakan menunda semua kegiatan yang melibatkan massa demi mendukung pemerintah menangani pandemi secara maksimal.

Dan pada tahun ini, lebih dari dua tahun kemudian, kegiatan tersebut kembali digelar, pada 27 November 2022.


Sambutan pelari yang mendaftarkan diri pun sangat meriah. Sebanyak 3.500 peserta telah terdaftar dan mengambil perangkat lari serta hadir pada kegiatan ini.

Kategori peserta terdiri atas 21K atau Half Marathon yang diikuti oleh 1.000 peserta, pada kategori 10K tercatat 1.200 peserta dan untuk 5K terdapat 1.300 peserta.

Peserta terbanyak adalah dari Jakarta, sekitar 46 persen, dan Bogor sebanyak 28 persen. Selebihnya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tercatat juga peserta dari luar negeri, di antaranya berasal dari Jepang, China, Belanda dan lain-lain. Lomba ini menetapkan juara dan pemenang sebanyak tiga orang untuk setiap kategorinya; terdiri dari putra dan putri.

Terdapat pula kelompok umur master dalam dua golongan usia; 40 – 49 tahun dan di atas 50 tahun. Secara keseluruhan terdapat 48 pemenang dengan jumlah hadiah total Rp 200 juta.

Pertimbangan pembagian kelompok umur ini diambil dengan maksud untuk memberikan kesempatan lebih maksimal bagi para pelari untuk bersaing secara fair.

“Dengan demikian, pelari akan happy dan mengingat bahwa HHM memberikan kesempatan khusus kepada kelompok usia tersebut untuk menang,” ujar Jeyson Pribadi, Race Owner HHM. Dan, kebijakan tersebut telah diambil sejak 2019 lalu.

Memaksimalkan Layanan bagi Pelari

Lomba lari ini diadakan dengan konsep yang dieksekusi secara sangat serius untuk memaksimalkan layanan bagi pelari. Acara ini juga dimaksudkan sebagai event akhir tahun yang akan dikenang pelari secara experience positif.

“Itu sebabnya kami menghadirkan kembali layanan free food & beverage serta hiburan rasa konser,” ujar Aida Ristany, Ketua Panitia HHM 2022.

Salah satu item favorit pelari, durian, kembali pula disajikan. Distribusi makanan pun dialokasikan secara baik dan proporsional guna mengantisipasi pelari-pelari yang finish dalam kelompok akhir.

Sementara itu, barisan pengisi acara dirancang agar dapat dinikmati para pelari sejak di garis start dengan kehadiran disc jockey yang akan membuat suasana seru terbangun maksimal sejak awal.

Pada stage tampil antara lain Kartika Ayu dan RAN. Konsep hiburan pun dibuat interaktif sehingga engagement terbangun maksimal antara peserta dengan kegiatan HHM ini.

Experience positif juga ditampilkan di race village dengan tersedia aneka booth foto yang dapat diakses pelari. Salah satu booth menampilkan layar LED dengan catatan waktu peserta (unofficial) tertera pada layar.

“Ini layanan yang rasanya baru pertama kali ada pada race-race di sini, semoga pelari pun happy,” lanjut Aida.

Adapun untuk memaksimalkan layanan di jalur, para pelari akan dipandu oleh 24 pacer atau pemandu kecepatan. Lalu, tersedia pula tim marshal dan petugas keamanan dalam barisan yang relatif rapat.

“Rata-rata kami tempatkan 10 marshal pada setiap kilometer,” ujar Safrita Aryana, Race Director dari IdeaRun Race Management yang dipercaya mengelola kegiatan ini untuk kedua kalinya.

Penebalan keamanan dilakukan pada sejumlah titik yang dianggap perlu mendapatkan perhatian khusus, baik karena persimpangan maupun kondisi jalur yang sharing road dengan kendaraan pada sejumlah titik.

“Akan tetapi, intinya, pelari akan berada pada lintasan yang aman dan cenderung steril,” lanjut Safrita Aryana. Tersedia pula banyak titik pos guyur atau water station di lintasan, setiap dua kilometer.

Sport Tourism

Di sisi lain, gelaran ini dapat ditengarai juga telah mendatangkan dampak ekonomi. Setidaknya terlihat dari sarana akomodasi di sekitar kawasan lomba yang terisi penuh pada beberapa pekan menjelang lomba.

Kehadiran 3.500 pelari yang umumnya datang dengan keluarga atau rombongan teman, tentunya sedikit banyak telah turut berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi lokal.

Tentu hal tersebut akan terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Diharapkan HHM dapat menjadi bergengsi bagi penggemar lari, dan dikenal sebagai destinasi sport tourism Kabupaten Bogor.

“Ini bentuk dukungan yang antara lain dapat kami dedikasikan bagi Kabupaten Bogor melalui HHM ini,” ujar Aida. (adv/pojoksatu)