Anggota DPRD Kota Bogor Sumbang 50 Sak Semen untuk Pengerjaan Jembatan Satu

POJOKSATU.id, Bogor – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi PAN Kota Bogor Safrudin Bima menyumbangkan 50 sak semen untuk perbaikan Jalan Jembatan Satu, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, yang longsor beberapa waktu lalu.


Menurut SB, sapaan akrab dari Safrudin Bima, bantuan itu dilakukan secara pribadi lantaran melihat kondisi kebutuhan jalan masyarakat yang sangat mendesak.

Karenanya, dengan bantuan material tersebut diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan.

Baca Juga : Kota Bogor Dilanda Bencana Hidrometeorologi, DPRD Turun Salurkan Bantuan dan Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Maksimal


“ini kan begitu penting, jadi setidaknya itu saya ingin memperkuat swadaya masyarakat, masyarakat kan sudah bergerak, masa kita diam,” ucapnya.

Pria yang kerap disapa SB itu menyebut akses jalan penghubung Jembatan Satu sangat penting karena banyak sekolah, menuju kantor kelurahan, hingga banyak aktivitas masyarakat lainnya seperti untuk keperluan usaha.

“Di bawah artinya banyak kebutuhan di bawah kan sementara jalan ke sana sangat sempit. Ini jalan relatif yang memadai. Jadi ini kalau tidak diatasi hajat orang hidup orang banyak itu terganggu,” paparnya.

SB mengaku sebelumnya sudah menyambangi lokasi Jembatan Satu yang longsor bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor.

Hanya saja, dilanjutkan SB jika menunggu perbaikan dari pemerintah harus menunggu penganggaran yang hingga kini masih berproses.

Baca Juga : Pertama di Indonesia, Kota Bogor Miliki Perda Keolahragaan Terbaru

“Saya berharap tahun ini tetap pemerintah campur tangan, jadi setidaknya itu ya saya yang dilakukan hari ini mengambil posisi memperkuat swadaya masyarakat,” imbuhnya.

SB juga tetap mendorong dalam berbagai kesempatan agar Pemkot Bogor juga menyiapkan anggaran belanja tidak terduga untuk penanganan bencana.

“Saya sering suarakan bukan hanya kepada dinas tapi di dalam rapat dewan gitu, bahwa penanganan bencana ini harus ada anggaran yang parkir (dana cadangan) supaya kita tidak terlalu lama berproses,” kata SB.

“Saya secara pribadi harus menyatukan potensi dengan masyarakat yang juga melakukan hal yang sama, ini kan swadaya ini kan kata lainnya patungan bahasa rakyatnya patungan. Jadi itu yang saya lakukan hari ini, dan ini bukan bantuan terakhir dari saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Panitia Pembangunan Perbaikan Jalan Jembatan Satu Mustofa mengaku sangat terbantu dengan adanya tambahan material bangunan untuk perbaikan Jembatan Satu yang longsor. Hal itu mengingat kebutuhan dana yang besar yakni mencapai Rp404 juta.

Baca Juga : DPRD Sebut Pemkot Tak Serius Urus Mitigasi Bencana di Kota Bogor

“Sedangkan uang yang terhimpun sekitar 40 jutaan, jadi masih banyak kebutuhan dana untuk memperbaiki jembatan,” katanya.

Berdasarkan perhitungan, kebutuhan untuk semen diperkirakan sekitar 300 sak, 20 engkel pasir, 40 engkel batu, dan kebutuhan material lainnya. Sedangkan pengerjaan perbaikan sendiri dilakukan oleh masyarakat

“Swadaya masyarakat, tapi kalau yang kerja tetap kita gaji dana ya dari hasil swadaya masyarakat. Banyak ya itu yang dibutuhkan sekitar Rp204 juta,” tukasnya.

Pembangunan TPT yang mulai berjalan pada Senin (31/10). Setelah TPT selesai, perbaikan dilanjutkan dengan membangun badan jalan.

Endin menyebut, seluruh tahap pembangunan ditargetkan rampung pada Bulan Desember mendatang. (Adi Wirman/Pojoksatu)